Sama-Sama Profesor, Prof Yusuf L Henuk Tantang SBY Koreksi Pernyataannya Di Twitter

Prof Yusuf L Henuk/Net
Prof Yusuf L Henuk/Net

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk meminta cuitannya yang dinilai 'menyerang' Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikoreksi langsung oleh presiden keenam Indonesia itu. 


Menurutnya sesama individu yang memiliki gelar Profesor harus mampu memberikan koreksi.

"Kami berdua adalah Profesor, kalau ada yang salah saling koreksi lah. Kalau SBY salah, saya koreksi tanggapi lah," katanya kepada wartawan, Rabu (13/1).

Yusuf menyayangkan jika cuitannya yang menyebut SBY sebagai 'Bapak Mangkrak Indonesia' justru membuat panas Partai Demokrat. Sebab, cuitannya tersebut dipastikannya bersifat personal dan tidak ada kaitannya dengan partai bentukan SBY tersebut.

"Ini Demokrat yang panas, ini tidak ada kaitan dengan Demokrat. Hanya kami berdua, oke dia (SBY) tidak terima dengan postingan. Klarifikasi ‎saya, biar saya tahu dimana salahnya. Karena, banyak tidak suka saya ini. Tapi, ini lah saya. Kapasitas saya sama dia (SBY) sama-sama profesor. Kemudian, Undang-undang tahun 2015, tentang tugas guru besar mencerdaskan bangsa. Kalau SBY salah, saya luruskan lah," ungkap Yusuf.

Ia mengaku merupakan pendukung setia Presiden Joko Widodo. Atas dasar inilah ia mengaku tidak suka terhadap pihak-pihak yang mengkritik Joko Widodo. Menurutnya ada keliruan atas status twiter SBY. Apa lagi, mantan Presiden ada menyudutkan pemerintah Indonesia atas penyediaan vaksin COVID-19 di tanah air ini.

"Saya pendukung Jokowi, saya seperti. Dia (SBY) bilang ada choas, mau dia didengar, seakan-seakan mengiring opini chaos," sebut Yusuf.

Leonard dalam Twitternya, @ProfYLH menyebut AHY bodoh akun sekali. Ia menyatakan demikian karena menanggapi pernyataan AHY soal tragedi kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. Kritik yang disampaikan itu, dinilai Leonard tidak tepat.

"AHY sudah klarifikasi tentang pesawat jatuhkan. Kalau saya mau dilapor polisi, silakan. Pagi sudah saya lawan orang Demokrat, dibilang saya gila, billang saya sakit jiwa dari mana, saya masih sehat-sehat saja," tutur Yusuf.