Rumah Cica di Belawan Tinggal Dapur, 10 Tahun Bertahan di Tengah Rob

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Rumah Cica di Belawan Tinggal Dapur, 10 Tahun Bertahan di Tengah Rob
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau rumah Cica Herliawati yang tinggal di bagian dapur setelah rumahnya rusak diterjang pasang/ist

Article Header Image Sepuluh tahun sudah Cica Herliawati bertahan di rumah yang nyaris tak lagi berbentuk rumah. Bagian depan bangunan di Jalan Besar Bagan Lorong III, Kecamatan Belawan, runtuh diterjang pasang, menyisakan ruang dapur yang kini ditempati bersama keluarganya.

Untuk mencapai rumah itu, warga harus melewati titian papan kayu di atas lahan becek dan genangan air bercampur tumpukan sampah. Di antara rumah-rumah berdinding papan dan beratap seng, Cica dan keluarganya menjalani kehidupan dalam ruang yang sempit dan serba terbatas.

Satu tempat tidur digunakan empat orang, sementara seorang anak tidur di tempat terpisah. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut tak mampu memperbaiki rumah yang rusak dan memilih bertahan di bagian bangunan yang masih tersisa.

Suami Cica bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang terbatas. Kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau lokasi, Rabu 7 Oktober 2026, Cica meminta rumahnya dibangun kembali melalui program bedah rumah.

Ia berharap keluarganya memiliki tempat tinggal dan kamar mandi yang lebih layak, terutama agar anak-anaknya bisa tidur dengan nyaman.

Kondisi rumah tersebut membuat Rico meminta agar pembangunan dilakukan secepatnya.

“Ini sangat saya rasa butuh sesegera mungkin dengan kondisi yang cukup parah kondisi rumahnya. Makanya saya minta harus sesegera mungkin untuk dibangunkan rumah,” kata Rico Waas.

Rumah Cica menjadi salah satu bangunan yang akan ditangani melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Setelah melihat kondisi rumah di Lorong III, Rico meninjau rumah lainnya di Lorong IV.

Rumah kedua itu juga masih didominasi kayu. Sejumlah bagian di dalam bangunan sudah lapuk, sementara posisi lantainya lebih rendah dibanding lingkungan sekitar. Bahkan, bagian yang dari dalam terlihat seperti dinding batu ternyata merupakan bagian dari bangunan rumah tetangga.

“Ini bagian salah satu yang memang harus kita benahi,” ujar Rico Waas.

Persoalan warga di kawasan tersebut bukan hanya kondisi rumah. Jalan dan drainase juga menjadi masalah yang terus dihadapi warga, terutama ketika air pasang.

Rob disebut hampir terjadi setiap hari dengan ketinggian air yang bisa mencapai lutut. Kondisi itu membuat akses warga semakin sulit, terlebih kawasan permukiman berada di atas lahan yang rendah dan sebagian jalannya belum memadai.

Rico mengatakan kondisi tersebut akan menjadi bahan kajian untuk menentukan penanganan infrastruktur, termasuk kemungkinan peninggian jalan dan pembangunan drainase.

“Ini saran dari masyarakat, masukan dari masyarakat untuk ditinggikan. Tapi nanti kita akan siapkan kajiannya dan juga pembangunan drainasenya seperti apa agar bisa mengalir lebih baik,” katanya.

Untuk tahap awal, rumah Cica di Lorong III akan dibangun kembali hingga layak huni. Setelah itu, penanganan diarahkan ke rumah di Lorong IV. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait