Revitalisasi 31 Puskesmas Oleh Rico Waas Harus Diapresiasi, Kualitas Layanan Harus Diawasi Bersama

•POLITIK
externalexternalexternalexternal
Revitalisasi 31 Puskesmas Oleh Rico Waas Harus Diapresiasi, Kualitas Layanan Harus Diawasi Bersama
Destanul Aulia/Ist

Article Header Image Pengamat Kesehatan Sumatera Utara, Destanul Aulia, mengapresiasi kebijakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang merevitalisasi 31 fasilitas kesehatan dengan anggaran sekitar Rp125,9 miliar. Namun, ia mengingatkan pembangunan fisik harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan kompetensi tenaga kesehatan.

Program tersebut mencakup pembangunan tiga Puskesmas baru dan revitalisasi 28 Puskesmas, dengan target penyelesaian pada pertengahan Desember 2026.

“Saya mengapresiasi kebijakan Wali Kota Medan yang memberikan perhatian terhadap pembangunan dan renovasi Puskesmas,” ujar Destanul, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut, revitalisasi harus menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan primer secara menyeluruh. Puskesmas tidak cukup hanya memiliki gedung modern, tetapi juga harus didukung tenaga kesehatan kompeten, ketersediaan obat dan alat medis, serta pelayanan yang cepat dan ramah.

Destanul mengusulkan tujuh langkah strategis, yakni evaluasi kemampuan pelayanan Puskesmas, pemerataan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pemenuhan alat medis serta obat-obatan, penguatan layanan promotif dan preventif, pemetaan masalah kesehatan masyarakat, digitalisasi pelayanan, serta penerapan indikator kinerja berbasis hasil.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Sumut itu juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang memilih langsung ke rumah sakit, termasuk instalasi gawat darurat (IGD), untuk kasus yang mungkin dapat ditangani di Puskesmas.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi berdasarkan data untuk mengetahui apakah dipengaruhi keterbatasan pelayanan, jam operasional, kepercayaan masyarakat, atau kebutuhan medis yang sebenarnya.

“Jangan sampai berhasil membangun Puskesmas yang megah, tetapi belum berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas,” tegasnya.

Destanul berharap keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang selesai, tetapi juga dari meningkatnya kepuasan masyarakat, kepercayaan terhadap Puskesmas, serta kemampuan fasilitas kesehatan mengendalikan penyakit sejak dini.

“Puskesmas yang berhasil bukan hanya Puskesmas yang banyak dikunjungi orang sakit, tetapi yang mampu membuat masyarakat di wilayah kerjanya semakin sehat,” pungkasnya.Article Image

Editor : Jonris Purba


Berita Terkait