Rebutan Lapak Jualan Mainan Berujung Bentrok Di Belawan, Seorang Terluka

Seorang remaja terluka akibat tusukan senjata tajam dalam bentrokan antar dua kelompok pemuda di Komplek PJKA Belawan.  Korban diketahui bernama Abdul Azis (17) warga Gang VII Komplek PJKA Kelurahan Belawan II dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pelaku sendiri berinisial AP warga Jalan TM Pahlawan, Lorong Aman Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan Kota langsung diamankan polisi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bentrok dua kelompok pemuda tersebut berawal dari rebutan lapak jualan mainan anak-anak tepatnya di depan pos pam Polres Pelabuhan Belawan yang didirikan didepan Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan.  Satu kelompok yang disebut berasal dari pemuda gang VII Komplek PJKA Kelurahan Belawan II ngotot minta agar lapak jualan tersebut dibagi dua, namun kelompok dari Belawan Lama menolaknya. Akibatnya bentrokpun terjadi.

Panit reskrim Polsek Belawan, Ipda Edi Suranta membenarkan peristiwa tersebut. Dari pelaku mereka menyita 1 buah pisau lipat yang digunakan menikam korban. Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.


Seorang remaja terluka akibat tusukan senjata tajam dalam bentrokan antar dua kelompok pemuda di Komplek PJKA Belawan.  Korban diketahui bernama Abdul Azis (17) warga Gang VII Komplek PJKA Kelurahan Belawan II dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pelaku sendiri berinisial AP warga Jalan TM Pahlawan, Lorong Aman Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan Kota langsung diamankan polisi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bentrok dua kelompok pemuda tersebut berawal dari rebutan lapak jualan mainan anak-anak tepatnya di depan pos pam Polres Pelabuhan Belawan yang didirikan didepan Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan.  Satu kelompok yang disebut berasal dari pemuda gang VII Komplek PJKA Kelurahan Belawan II ngotot minta agar lapak jualan tersebut dibagi dua, namun kelompok dari Belawan Lama menolaknya. Akibatnya bentrokpun terjadi.

Panit reskrim Polsek Belawan, Ipda Edi Suranta membenarkan peristiwa tersebut. Dari pelaku mereka menyita 1 buah pisau lipat yang digunakan menikam korban. Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.