Rahudman: Teguh Santosa Itu Aset Potensial dari Medan 

Rahudman Harahap menerima buku 'Di Tepi Amudarya' Karya Teguh Santosa yang diserahkan oleh Aulia Andri/RMOLSumut
Rahudman Harahap menerima buku 'Di Tepi Amudarya' Karya Teguh Santosa yang diserahkan oleh Aulia Andri/RMOLSumut

Mantan Walikota Medan, Rahudman Harahap mengapresiasi buku karya Teguh Santosa berjudul "Di Tepi Amudarya".


Buku yang menceritakan perjalanan jurnalistik Teguh Santosa, ketika melakukan peliputan perang di Afghanistan ini menjadi inspirasi bagi banyak kalangan. 

"Saya tentu mengapresiasi buku Teguh Santosa ini. Sebuah buku yang menarik dan pasti akan menginspirasi para jurnalis muda melakukan hal yang sama, yaitu menuliskan perjalanan jurnalistiknya," kata Rahudman usai penyerahan buku secara simbolis oleh utusan Penerbit Booknesia, Aulia Andri dan Zakaria Rambe di kediamannya, Rabu (6/10) pagi. 

Lebih lanjut Rahudman mengenal Teguh Santosa sebagai Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko serta Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Sebagai "anak Medan" Rahudman menyatakan bahwa Teguh merupakan aset potensial yang harus terus didukung karirnya. 

"Dia ini sosok anak Medan yang jadi aset potensial," ujarnya.

Sebagai informasi, Teguh Santosa merupakan jurnalis, aktivis sosial dan akademisi. Dia bahkan banyak berkiprah dalam berbagai kegiatan berskala internasional termasuk menjadi petisioner masalah Sahara Barat di Komisi IV PBB di New York tahun 2011 dan 2012.