Rahmat Pohan Terpilih Jadi Dirut Bank Sumut, Ini Pesan Wagub Sumut

Wagub Sumut, Musa Rajekshah memimpin RUPS Luar Biasa Bank Sumut/Ist
Wagub Sumut, Musa Rajekshah memimpin RUPS Luar Biasa Bank Sumut/Ist

  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Sumut akhirnya tuntas dilakukan, Jumat (10/9).


 Hasilnya, rapat yang dilakukan di Ruang Direksi Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, tersebut memutuskan Rahmat Fadilah Pohan sebagai Direktur Utama (Dirut).

 

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang menghadiri sekaligus memimpin rapat tersebut berharap, agar Dirut Bank Sumut yang baru, harus dapat lebih memberikan keuntungan dalam menjalankan perbankan untuk meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) di Provinsi Sumut.

 

"Karena seluruh pemegang saham adalah Pemda dan keuntungan juga akan kembali ke daerah, maka akan meningkatkan PAD kami di daerah," ungkap Musa Rajekshah, usai memimpin RUPS Luar Biasa PT Bank Sumut.

 

Selain itu, Musa Rajekshah juga meminta kepada Rahmat Pohan agar dapat membuat tim work yang solid. Juga harus bisa menciptakan kepercayaan yang lebih, sehingga menjadi bank profesional yang dipercayai masyarakat.

 

"Jadi Bank Sumut tidak hanya mengejar nasabah dari ASN saja, tetapi juga nasabah umum lainnya," ujarnya.

 

Disampaikan juga, sebelumnya dalam rapat terdapat empat agenda yang dibahas. Pertama adalah perubahan susunan pengurus yaitu pengangkatan Dirut PT Bank Sumut Rahmat Pohan yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional dari dua nama calon yang diusulkan OJK.

 

Kedua, lanjutnya, adalah perubahan nama jabatan dari Direktur Operasional menjadi Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi. Posisi jabatan tersebut saat ini sedang lowong, sehingga perlu segera untuk diisi.

 

"Keputusan ini sudah disetujui pemegang saham, maka akan dibuka untuk lowongan jabatan tersebut, baik dari internal maupun eksternal Bank Sumut," jelasnya.

 

Ketiga, sambung dia, adalah pembahasan terkait fasilitas jajaran komisaris dan direksi Bank Sumut. Terakhir, adalah pembahasan untuk menuju Bank Sumut menjadi perusahaan perbankan terbuka (Tbk).

 

"Tapi ada beberapa yang harus disetujui oleh pemegang saham. Pertama untuk melihat siapa konsultan pendamping, dan juga nanti ada saham maksimal 30% ditawarkan ke masyarakat. Namun ini semua akan diputuskan kembali, karena ini hanya persyaratan untuk mendaftar sebagai perusahaan terbuka," pungkasnya.