Protes Kenaikan Iuran BPJS, BEM se-Kota Medan Turun Demo Hari Ini

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Medan akan menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Sumut, pada Senin (18/5/2020) sore. Demikian disampaikan pimpinan aksi solidaritas BEM se Kota Medan, Rian kepada wartawan. Dijelaskannya, awalnya pihaknya berencana menggelar unjukrasa pada Senin pagi. "Tetap jadi, rencana awal pagi jam 10.00. Tapi karena sedang puasa, kita tunda sampai sore nanti, kira-kira pukul 15.00. Karena banyak kawan-kawan yang berpuasa juga," kata Rian. "Kalau pagi, panjang waktunya, takutnya kawan-kawan pada nggak tahan, jadi kita buat sorenya," sambungnya. Dalam unjukrasa nanti, mahasiswa Potensi Utama Medan ini memastikan jika massa aksi akan menerapkan protokol kesehatan. "Kita tetap patuhi protokol kesehatan. Kita jaga jarak, pakai masker teknis sudah diatur," jelasnya. Saat ditanya mengenai izin, Rian mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Ia menyadari, adanya maklumat Kapolri membuat izin unjukrasa sulit didapat pihaknya. "Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian, kita sadari ada maklumat Kapolri yang melarang berkumpul. Kita sudah atur teknisnya dan kita sampaikan ke kepolisian, cuma mereka ya begitu, tak memberi izin sepenuhnya," sebutnya. "Yang mendasari kami turun aksi karena kebijakan pemerintah yang menaikkan BPJS, baru ada Minerba, yang lalu-lalu seperti BBM yang belum turun, padahal di dunia harganya sudah turun, TKA juga menjadi sorotan kami," demikian Rian.[R]


Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Medan akan menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Sumut, pada Senin (18/5/2020) sore. Demikian disampaikan pimpinan aksi solidaritas BEM se Kota Medan, Rian kepada wartawan. Dijelaskannya, awalnya pihaknya berencana menggelar unjukrasa pada Senin pagi. "Tetap jadi, rencana awal pagi jam 10.00. Tapi karena sedang puasa, kita tunda sampai sore nanti, kira-kira pukul 15.00. Karena banyak kawan-kawan yang berpuasa juga," kata Rian. "Kalau pagi, panjang waktunya, takutnya kawan-kawan pada nggak tahan, jadi kita buat sorenya," sambungnya. Dalam unjukrasa nanti, mahasiswa Potensi Utama Medan ini memastikan jika massa aksi akan menerapkan protokol kesehatan. "Kita tetap patuhi protokol kesehatan. Kita jaga jarak, pakai masker teknis sudah diatur," jelasnya. Saat ditanya mengenai izin, Rian mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Ia menyadari, adanya maklumat Kapolri membuat izin unjukrasa sulit didapat pihaknya. "Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian, kita sadari ada maklumat Kapolri yang melarang berkumpul. Kita sudah atur teknisnya dan kita sampaikan ke kepolisian, cuma mereka ya begitu, tak memberi izin sepenuhnya," sebutnya. "Yang mendasari kami turun aksi karena kebijakan pemerintah yang menaikkan BPJS, baru ada Minerba, yang lalu-lalu seperti BBM yang belum turun, padahal di dunia harganya sudah turun, TKA juga menjadi sorotan kami," demikian Rian.