Prof Zubairi Djoerban: Belum Beralasan Untuk Melonggarkan PPKM 

Prof Zubairi Djoerban/RMOLSumut
Prof Zubairi Djoerban/RMOLSumut

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih perlu dilanjutkan.


Hal ini didasarkan pada fakta yang masih terjadi seputar pandemi covid-19 di Indonesia.

Kepala Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Zubairi Djoerban mengatakan beberapa indikasi yang membuat PPKM belum dapat dilonggarkan yakni masih tingginya angka penyebaran covid-19, kondisi rumah sakit hingga jumlah pasien covid dan dokter yang merawat pasien yang meninggal dunia.

"KIta harus melihat posisi, kita sekarang penyebarannya masih tinggi seminggu terakhir posisi puncak di dunia, rumah sakit penuh, pasien meninggal sangat tinggi hingga dokter yang meninggal di Juli 2021 mencapai 100 orang. Jadi belum ada alasan kita melonggarkan," katanya  saat berbicara pada talkshow virtual 'PPKM Darurat Diperpanjang: Keputusan Tepat?' yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/7/2021).

Zubairi menyebutkan, selama berlangsungnya PPKM Darurat memang banyak hal yang perlu dievaluasi. Tingkat kedisiplinan masyarakat, hingga sikap petugas dalam memastikan kepatuhan masyarakat terhadap aturan masih banyak yang harus dibenahi.

"Pada kondisi tertentu kita melihat berlebihan, PKL janganlah diobrak-abrik. Baiknya dilakukan pendekatan sebelum buka usaha agar tidak membuka usahanya. Intinya dipahamkan untuk saling membantu," ujarnya.

Perpanjangan PPKM Darurat 5 hari kedepan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah menurut Zubairi merupakan hal yang tepat. Ia sendiri optimis perpanjangan ini akan lebih sukses karena mereka sudah melihat adanya sikap kooperatif masyarakat terhadap aturan PPKM Darurat.

"Saya optimis ini semakin baik, karena sudah terlihat kerjasama yang baik antara petugas dan masyarakat," pungkasnya.