Prof Runtung Sitepu: Substansi Sudah Membuktikan Terjadi Plagiat, Sekarang Siapa Sebenarnya Yang Menggiring Ke Ranah Politis?

Prof Dr Runtung Sitepu/Net
Prof Dr Runtung Sitepu/Net

Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Runtung Sitepu menolak tudingan adanya hal politis dibalik pengusutan kasus plagiarisme Dr Muryanto Amin yang diusut oleh USU selaku institusi perguruan tinggi. Justru menurutnya, yang menggiring hal ini ke isu politis adalah pihak lain sebab mereka pada dasarnya bertindak atas fakta yang ada.


"Saya dibilang politis, loh substansinya dong dilihat. Hasil penelusuran, pengkajian yang sampai melibatkan para ahli sudah menyimpulkan bahwa yang bersangkutan melakukan apa yang disebut masuk kategori self plagiarisme. Lantas sekarang, siapa sebenarnya yang mengarahkannya ke ranah politis? kan bukan kami," katanya, Sabtu (23/1).

Runtung mengatakan, pengusutan kasus ini dilakukan sangat objektif dimana penelusuran ini didasarkan pada fakta adanya pengaduan masyarakat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dugaan plagiarisme yang berpotensi mencoreng nama USU. Atas dasar itulah mereka kemudian melakukan langkah-langkah untuk menelusuri kebenarannya.

"Jadi bisa kita lihat kalau seluruh tahapannya itu tidak ada yang berbau politis. Karena kita menguji fakta," sebutnya.

Karena itulah maka kata Runtung, mereka memutuskannya bersalah melakukan self plagiarisme. Terkait apakah self plagiarisme kemudian menjadi hal yang diperdebatkan dalam peraturan, hal itu menurut Runtung mereka serahkan sepenuhnya kepada peraturan yang ada pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tapi faktanya, beberapa kasus yang sama sebelumnya sudah pernah terjadi di USU. Dan yang melakukannya mendapatkan sanksi," pungkasnya.

Diketahui saat ini berbagai opini terkait SK Rektor USU yang menyatakan Muryanto Amin bersalah melakukan aksi self plagiarisme memicu perdebatan. Sebagaian menilai hal ini sangat politis dan menyatakan self plagiarisme tidak layak diberi sanksi karena berbeda dengan kasus plagiat yang mengklaim karya orang lain menjadi karya sendiri. Namun pendapat lain juga menyatakan hal ini melanggar, mengingat aksi self plagiarisme tersebut digunakan untuk keperluan kenaikan pangkat dan golongan yang sekaligus berpengaruh pada insentif yang diterima.