Prabowo Paham Arah Ideologisasi Kebangsaan, Bang Sandi Mengerti Problem Riil Negara dan Rakyat!

Jurubicara Jaringan '98 Ricky Tamba menyebut performa Prabowo dan Sandiaga Uno pada debat Capres dan Cawapres perdana sebagai performa yang keren. Alasannya pilihan diksi dan kalimat yang diambil oleh pasangan nomor urut 2 ini sangat simple dan mudah disimak semua kalangan. Selain itu gestur santai dan mengerti persoalan, hingga gaya pakaian yang melambangkan kewibawaan pemimpin tapi tetap eye-catching.

"Keren Pak Prabowo dan Bang Sandi," katanya, Jumat (18/1/2019).

Indonesia Menang Adil Makmur, ini cita-cita kita semua, rakyat Indonesia. Kita hanya akan menjadi kacung kuli di negeri sendiri bila Indonesia tak menang, takut terhadap intervensi asing dan gempuran nekolim neoliberalisme yang mendisintegrasi bangsa di berbagai bidang kehidupan. Indonesia harus adil untuk semua, tak boleh kesenjangan sosial terus diabaikan karena ini akan menjadi bom waktu yang akan membuat Indonesia jangan-jangan akan punah sungguhan di 2030. Prabowo-Sandiaga harus tulus ikhlas berjuang sekuatnya untuk mewujudkan kemakmuran untuk semua, mudah kok parameternya, yakni nilai-nilai luhur Pancasila.

Indonesia Menang Adil Makmur itu mimpi dan harapan rakyat yang kian terpuruk pasca reformasi. Rakyat pasti ingin harga murah, kerja mudah dan hidup tak susah. Caranya? Konsisten antara janji dan tindakan, tegakkan hukum dan laksanakan Pancasila. Gak ribet kok, semoga paslon 02 Prabowo-Sandiaga mampu dan mau....

Soal diksi dan gestur tak penting saya bahas panjang, apalagi sampai menyindir pihak sebelah yang tampak sangat teknis dan retoris. Rekam jejak takkan pernah bohong, proses takkan pernah khianati hasil, isi kepala dan kapasitas akan mempengaruhi performa publik. Itulah yang membentuk Pak Prabowo bergemuruh menyemangati berwibawa, dan Bang Sandi cerdas funky milenials kekinian, berbagi peran dan saling melengkapi.

"Saya senang pilihan gaya pakaian fashion keceh paslon 02 Prabowo-Sandiaga malam ini. Simbolisasi kewibawaan penting ditunjukkan agar (insya Allah) Presiden Prabowo dan Wapres Sandiaga dapat meyakinkan rakyat bahwa mereka akan menjadi pasangan pemimpin dengan marwah tegas bagi kaum miskin tak berpunya, juga kelas menengah high end. Adil, aman dan makmur untuk semua," sebutnya.

Pemimpin jangan sibuk dengan pencitraan baju dan sepatu murah, tetapi ternyata kebijakannya lebih berpihak kepada kaum pemodal dan para cecunguknya. Sibuk ngevlog tetapi ternyata tak ngeh problem finansialisasi digitalisasi di era abad XXI, yang bila tak waspada akan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Arah ideologisasi kebangsaan lebih penting agar memberikan rakyat harapan bahwa pemimpin hadir di tengah hidup sehari-hari, dan jangan mau lagi dimanipulasi hal remeh yang ternyata membuat hidup makin susah dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Malam ini saya akan bisa terus bermimpi untuk Indonesia yang lebih baik, karena masih ada Pak Prabowo dan Bang Sandi yang masih mau berjuang di depan untuk kami. Besok pagi saya akan bangun tidur, bekerja mencari nafkah keluarga walau di akhir pekan, dan tentu saja akan tetap membantu pemenangan paslon 02 Prabowo-Sandiaga dengan cara yang saya bisa," ujarnya.

Tugas khusus saya sudah jelas, berjuang wujudkan #2019PrabowoPresiden #2019PrabowoSandi #IndonesiaMenang. Hingga Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, saya akan terus mensosialisasikan visi-misi Indonesia Menang, mengajak rakyat memilih paslon 02 Prabowo-Sandiaga, menyerukan agar semua kalangan mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil, bebas dari kecurangan, manipulasi, praktik hoaks dan politik uang, serta penyalahgunaan kekuasaan, dan ujungnya mengawal TPS dan surat suara C1 demi memastikan dengan cara konstitusional, elegan dan bermartabat.


Jurubicara Jaringan '98 Ricky Tamba menyebut performa Prabowo dan Sandiaga Uno pada debat Capres dan Cawapres perdana sebagai performa yang keren. Alasannya pilihan diksi dan kalimat yang diambil oleh pasangan nomor urut 2 ini sangat simple dan mudah disimak semua kalangan. Selain itu gestur santai dan mengerti persoalan, hingga gaya pakaian yang melambangkan kewibawaan pemimpin tapi tetap eye-catching.

"Keren Pak Prabowo dan Bang Sandi," katanya, Jumat (18/1/2019).

Indonesia Menang Adil Makmur, ini cita-cita kita semua, rakyat Indonesia. Kita hanya akan menjadi kacung kuli di negeri sendiri bila Indonesia tak menang, takut terhadap intervensi asing dan gempuran nekolim neoliberalisme yang mendisintegrasi bangsa di berbagai bidang kehidupan. Indonesia harus adil untuk semua, tak boleh kesenjangan sosial terus diabaikan karena ini akan menjadi bom waktu yang akan membuat Indonesia jangan-jangan akan punah sungguhan di 2030. Prabowo-Sandiaga harus tulus ikhlas berjuang sekuatnya untuk mewujudkan kemakmuran untuk semua, mudah kok parameternya, yakni nilai-nilai luhur Pancasila.

Indonesia Menang Adil Makmur itu mimpi dan harapan rakyat yang kian terpuruk pasca reformasi. Rakyat pasti ingin harga murah, kerja mudah dan hidup tak susah. Caranya? Konsisten antara janji dan tindakan, tegakkan hukum dan laksanakan Pancasila. Gak ribet kok, semoga paslon 02 Prabowo-Sandiaga mampu dan mau....

Soal diksi dan gestur tak penting saya bahas panjang, apalagi sampai menyindir pihak sebelah yang tampak sangat teknis dan retoris. Rekam jejak takkan pernah bohong, proses takkan pernah khianati hasil, isi kepala dan kapasitas akan mempengaruhi performa publik. Itulah yang membentuk Pak Prabowo bergemuruh menyemangati berwibawa, dan Bang Sandi cerdas funky milenials kekinian, berbagi peran dan saling melengkapi.

"Saya senang pilihan gaya pakaian fashion keceh paslon 02 Prabowo-Sandiaga malam ini. Simbolisasi kewibawaan penting ditunjukkan agar (insya Allah) Presiden Prabowo dan Wapres Sandiaga dapat meyakinkan rakyat bahwa mereka akan menjadi pasangan pemimpin dengan marwah tegas bagi kaum miskin tak berpunya, juga kelas menengah high end. Adil, aman dan makmur untuk semua," sebutnya.

Pemimpin jangan sibuk dengan pencitraan baju dan sepatu murah, tetapi ternyata kebijakannya lebih berpihak kepada kaum pemodal dan para cecunguknya. Sibuk ngevlog tetapi ternyata tak ngeh problem finansialisasi digitalisasi di era abad XXI, yang bila tak waspada akan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Arah ideologisasi kebangsaan lebih penting agar memberikan rakyat harapan bahwa pemimpin hadir di tengah hidup sehari-hari, dan jangan mau lagi dimanipulasi hal remeh yang ternyata membuat hidup makin susah dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Malam ini saya akan bisa terus bermimpi untuk Indonesia yang lebih baik, karena masih ada Pak Prabowo dan Bang Sandi yang masih mau berjuang di depan untuk kami. Besok pagi saya akan bangun tidur, bekerja mencari nafkah keluarga walau di akhir pekan, dan tentu saja akan tetap membantu pemenangan paslon 02 Prabowo-Sandiaga dengan cara yang saya bisa," ujarnya.

Tugas khusus saya sudah jelas, berjuang wujudkan #2019PrabowoPresiden #2019PrabowoSandi #IndonesiaMenang. Hingga Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, saya akan terus mensosialisasikan visi-misi Indonesia Menang, mengajak rakyat memilih paslon 02 Prabowo-Sandiaga, menyerukan agar semua kalangan mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil, bebas dari kecurangan, manipulasi, praktik hoaks dan politik uang, serta penyalahgunaan kekuasaan, dan ujungnya mengawal TPS dan surat suara C1 demi memastikan dengan cara konstitusional, elegan dan bermartabat.