Potensi RI Masuk Resesi Meningkat, IHSG dan Rupiah Merah

Pada perdagangan kemarin IHSG mampu mengalami penguatan. Namun, laju penguatan IHSG pada perdagangan hari ini terhenti. IHSG di sesi perdagangan pagi ini kembali masuk ke zona merah. Arah kebijakan PSBB yang kembali diperpanjang dan diberlakukan di Jakarta menjadi salah satu pemicu mengapa pelaku pasar kian pesimis menatap pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan masuk dalam jurang resesi di kuartal ketiga nantinya. Karena PSBB khususnya di Ibu Kota Jakarta yang menjadi sumber perputaran uang nasional sekitar 60%, akan sangat berpotensi memberikan pukulan berat bagi perekonomian nasional. "Pada pagi ini, pasar juga tengah menanti pidato RAPBN Presiden RI yang juga turut akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan nantinya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Jumat (14/8). Namun, menjelang pidato tersebut, Rupiah justru mengalami pelemahan di level 14.840 per US Dolar. Dan IHSG sejauh ini melemah tipis 0.11% di level 5.233,44. Kondisi pasar keuangan dalam tekanan yang cukup besar dan membuatnya sulit untuk diperdagangkan di teritori positif. Kondisi pasar keuangan benar-benar dalam posisi yang tidak diuntungkan,karena pidato RAPBN ditengah pandemic saat ini sulit diharapkan dapat memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi.[R]


Pada perdagangan kemarin IHSG mampu mengalami penguatan. Namun, laju penguatan IHSG pada perdagangan hari ini terhenti. IHSG di sesi perdagangan pagi ini kembali masuk ke zona merah. Arah kebijakan PSBB yang kembali diperpanjang dan diberlakukan di Jakarta menjadi salah satu pemicu mengapa pelaku pasar kian pesimis menatap pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan masuk dalam jurang resesi di kuartal ketiga nantinya. Karena PSBB khususnya di Ibu Kota Jakarta yang menjadi sumber perputaran uang nasional sekitar 60%, akan sangat berpotensi memberikan pukulan berat bagi perekonomian nasional. "Pada pagi ini, pasar juga tengah menanti pidato RAPBN Presiden RI yang juga turut akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan nantinya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Jumat (14/8). Namun, menjelang pidato tersebut, Rupiah justru mengalami pelemahan di level 14.840 per US Dolar. Dan IHSG sejauh ini melemah tipis 0.11% di level 5.233,44. Kondisi pasar keuangan dalam tekanan yang cukup besar dan membuatnya sulit untuk diperdagangkan di teritori positif. Kondisi pasar keuangan benar-benar dalam posisi yang tidak diuntungkan,karena pidato RAPBN ditengah pandemic saat ini sulit diharapkan dapat memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi.