Polda Sumut Gelar Operasi Patuh Toba 2021, Fokus Disiplin Prokes Dan Lalu Lintas

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak/Ist
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak/Ist

Polda Sumatera Utara melaksanakan operasi Patuh Toba 2021.


 Operasi ini akan digelar dalam 14 hari kedepan dengan sasaran disiplin berlalu lintas dan kepatuhan dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

Apel kesiapan Ops Patuh Tiba ini dipimpin oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (20/9/2021).

Turut hadir dalam apel gelar pasukan Operasi Patuh Toba 2021, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Tatareda, PJU Polda Sumut, unsur potensi masyarakat serta pejabat lainnya. 

Panca mengatakan, Polda Sumut menggelar operasi Patuh Toba selama 14 hari di seluruh wilayah Sumut. Personil yang bertugas saat operasi diminta untuk bersikap humanis.

"Kegiatan apel gelar pasukan apel Toba dilaksanakan berdasarkan surat telegram Kapolri," katanya. 

Akan ada 1.295 personil kepolisian yang dibantu TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang bertugas saat operasi Patuh Toba yang dilakukan mulai 20 September 2021 hingga 3 Oktober 2021. Panca mengatakan fokus utama operasi adalah penerapan protokol kesehatan.

"Pola operasi yang dilaksanakan adalah 100 persen tindakan simpatik humanis. Tilang yang kita berikan itu adalah alternatif terakhir," ujar Panca.

"Paling utama adalah menghindari kerumunan masyarakat dan menjaga mobilitas masyarakat agar tetap mematuhi peraturan pemerintah," tambahnya.

Panca kemudian memberikan arahan agar personil yang bertugas di lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tertib lalu lintas. Selain itu personil juga diminta melakukan edukasi tentang protokol kesehatan.

"Pertama berikan edukasi protokol kesehatan dan tertib lalu lintas kepada masyarakat melalui bakti sosial, pembagian masker dan pembagian stiker," jelas Panca.

Panca kemudian meminta personil yang bertugas untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat saat operasi. Hal ini untuk mengambil rasa simpati masyarakat untuk aparat kepolisian.

"Berikan layanan terbaik kepada masyarakat untuk menciptakan rasa simpatik kepada aparat penegak hukum khususnya polri," pungkasnya.