Pilkada Medan 2020, PKS Kemungkinan Usung Tifatul Sembiring

Nama politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring kembali muncul sebagai bakal calon walikota Medan untuk pilkada 2020 mendatang. Di internal PKS, nama ini menurut Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPD PKS Kota Medan, Rajuddin Sagala sudah sangat santer dan bahkan berpeluang besar untuk diusung.





"Nama ini muncul dari usulan kader, dan juga dari pertemuan-pertemuan internal partai. Tetapi ini masih belum diputuskan, siapa yang akan
diajukan untuk menjadi calon wali kota. Ada mekanismenya," kata Sagala kepada wartawan di Medan, Senin (21/10/2019).





Ia menjelaskan, dalam mekanisme PKS siapapun kader yang diamanahkan untuk maju pada pilkada harus selalu siap. Tifatul sendiri menurutnya juga sangat memahami hal tersebut dan bahkan sudah mengetahui namanya masuk bursa bakal calon PKS.





"Respons lanjutan belum ada, namun secara kepartaian jika memang diamanahkan untuk menjalankan tugas, semua kader harus siap. Hal itu juga berlaku untuk Tifatul," ujarnya.





Untuk memuluskan calon mereka tersebut, saat ini PKS intens menjalin komunikasi dengan partai lain. Hal ini karena mereka tidak dapat mengusung sendiri tanpa berkoalisi dengan partai politik lainnya.





"Saat ini proses lobi tengah dilakukan PKS. Selain itu, dalam waktu dekat partai juga akan membuka pendaftaran secara resmi. Waktunya
masih belum ditentukan," pungkasnya.[R]


Nama politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring kembali muncul sebagai bakal calon walikota Medan untuk pilkada 2020 mendatang. Di internal PKS, nama ini menurut Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPD PKS Kota Medan, Rajuddin Sagala sudah sangat santer dan bahkan berpeluang besar untuk diusung.





"Nama ini muncul dari usulan kader, dan juga dari pertemuan-pertemuan internal partai. Tetapi ini masih belum diputuskan, siapa yang akan
diajukan untuk menjadi calon wali kota. Ada mekanismenya," kata Sagala kepada wartawan di Medan, Senin (21/10/2019).





Ia menjelaskan, dalam mekanisme PKS siapapun kader yang diamanahkan untuk maju pada pilkada harus selalu siap. Tifatul sendiri menurutnya juga sangat memahami hal tersebut dan bahkan sudah mengetahui namanya masuk bursa bakal calon PKS.





"Respons lanjutan belum ada, namun secara kepartaian jika memang diamanahkan untuk menjalankan tugas, semua kader harus siap. Hal itu juga berlaku untuk Tifatul," ujarnya.





Untuk memuluskan calon mereka tersebut, saat ini PKS intens menjalin komunikasi dengan partai lain. Hal ini karena mereka tidak dapat mengusung sendiri tanpa berkoalisi dengan partai politik lainnya.





"Saat ini proses lobi tengah dilakukan PKS. Selain itu, dalam waktu dekat partai juga akan membuka pendaftaran secara resmi. Waktunya
masih belum ditentukan," pungkasnya.