Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 membuka peluang bagi talenta esports dari berbagai daerah untuk bersaing di tingkat nasional melalui sistem kualifikasi berjenjang. Kompetisi yang digelar dalam rangka HUT TNI ini mempertemukan tim dari berbagai Komando Daerah Militer (Kodam) hingga babak final di Jakarta.
Pada babak final, Kodam XVII/Cendrawasih berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Kodam V/Brawijaya, sedangkan Kodam II/Sriwijaya meraih juara ketiga.
Sebelum mencapai final, para peserta harus melewati kualifikasi di masing-masing Kodam. Tim yang lolos kemudian melanjutkan persaingan melalui kualifikasi tingkat nasional untuk memperebutkan tempat di babak final.
Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) sekaligus Wakil Ketua Panitia Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, Canka Adzana Jagad Subiyanto, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk menjangkau komunitas esports di berbagai daerah.
“Melalui Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, kami ingin menghadirkan wadah bagi komunitas esports di berbagai daerah untuk berkompetisi dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Dengan mengusung tema ‘Rise as One’, kompetisi ini membawa semangat persatuan di tengah keberagaman Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta daerah untuk berkembang menjadi atlet esports potensial yang dapat berkontribusi bagi prestasi Indonesia di masa depan,” ujar Canka.
Ia berharap ajang tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak komunitas esports di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PBESI M. Herindra mengatakan pengembangan esports tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi, tetapi juga membutuhkan ruang bagi atlet-atlet baru untuk berkembang.
“PBESI juga terus mendorong lahirnya wajah-wajah baru dalam ekosistem esports Indonesia yang merepresentasikan generasi muda yang dinamis, modern, dan penuh warna. Mereka bukan hanya atlet dan pelaku esports, tetapi juga dapat menjadi representasi prestasi Indonesia di panggung dunia. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam perkembangan esports global, melainkan mampu mengambil peran sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujar Herindra.
Kompetisi ini mengusung tema “Rise as One”, yang menekankan persatuan di tengah keberagaman peserta. Selain menjadi ajang perebutan gelar, turnamen tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi talenta esports daerah untuk mengembangkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional. 
