Seorang pekerja kilang batu bata, Mariadi (37), meninggal dunia setelah petir menyambar tempatnya berteduh di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Senin, 19 Oktober 2026 siang.
Saat kejadian, Mariadi bersama tiga pekerja lainnya berteduh di kilang batu bata karena hujan deras disertai petir. Namun, petir menyambar tiang kilang yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk.
Mariadi yang saat itu berada berdekatan dengan adiknya, Agus, langsung pingsan. Ketika didekati dan dibangunkan, korban tidak memberikan respons.
Warga kemudian membawa Mariadi ke balai pengobatan terdekat. Namun, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
“Orang itu empat orang, Bang. Cuma dua kawannya lagi di kilang batu sebelah. Begitu dia (korban) tidak bangun, dibawalah ke balai pengobatan dekat situ. Tapi dinyatakan sudah meninggal. Kuat kali petirnya, sampai terbelah tiangnya,” kata Anto, warga setempat.
Menurut Anto, pemerintah setempat kemudian memanggil petugas puskesmas untuk memastikan kondisi korban. Namun, hasil pemeriksaan tetap menyatakan Mariadi telah meninggal dunia.
Anto mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Meski hujan deras disertai petir, cuaca buruk tersebut disebutnya hanya berlangsung sekitar satu jam.
“Masih lajang, Bang. Anaknya baik dan pendiam. Kejadiannya sekitar setengah tiga tadi. Tidak lama hujannya, paling satu jam. Kejadiannya di Kelurahan Sidodadi, tapi korban warga Dadimulyo. Rencananya dikebumikan besok,” ujarnya.
Lurah Dadimulyo, Fajar Siddik, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku baru saja mendatangi lokasi dan melihat kondisi korban.
“Iya, Bang. Baru saja aku dari situ. Cuma tidak ada luka-luka saat diperiksa,” kata Fajar.
Mariadi diketahui merupakan warga Kelurahan Dadimulyo, Kabupaten Asahan. Jenazahnya direncanakan dimakamkan pada Selasa, 20 Oktober 2026. 
