Peserta Pertemuan Ke-5 IMT GT GCMC Kagumi Bangunan Bersejarah di Kota Medan

Bobby Nasution bersama peserta IMT GT GCMC kunjungi rumah Tjong A Fie/Ist
Bobby Nasution bersama peserta IMT GT GCMC kunjungi rumah Tjong A Fie/Ist

Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota H Aulia Rachman membawa seluruh peserta Pertemuan ke-5 Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) melakukan City Tour ke sejumlah lokasi heritage di Kota Medan, Senin (31/10).


City tour ini dilakukan untuk mengenalkan tempat-tempat bersejarah yang ada. Sebab, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini terkenal dengan bangunan-bangunan tuanya yang memiliki nilai narasi sejarah yang cukup tinggi.

City tour ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyambut pembukaan Pertemuan ke-5 IMT GT GCMC yang akan berlangsung di Hotel Adi Mulia Jalan Diponegoro Medan, Selasa (1/11). Ada pun lokasi heritage yang dikunjungi yakni Masjid Raya Al-Mashun Jalan Sisingamangaraja, Tjong A Fie Mansion Jalan Ahmad Yani dan Kantor Pos yang kini menjadi Pos Bloc Medan.

Masjid Raya Al-Mashun yang dibangun tahun 1906 ini menjadi lokasi pertama yang dikunjungi para peserta IMT GT yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari perwakilan dari Penang Malaysia 1 orang, Ipoh (Malaysia) 7 orang, Kuala Kangsar 2 orang, Hatyai (Thailand) 4 orang, Yala (Thailand 4 orang), Songkhla (Thailand) 4 orang, Pekanbaru 1 orang, IDB 1 orang, Padang 2 orang, GIS Indonesia 1 orang, CIMT 4 orang dan Iges 1 orang.

Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman beserta sejumlah pimpinan OPD turut mendampingi peserta IMT GT dalam City Tour tersebut. Muhammad Hamdan selaku pengurus Masjid Raya Al-Mashun menjelaskan tentang sejarah berdirinya masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Alrasyid Perkasa Alam. Hingga kini masjid yang terbagi menjadi tiga yaitu ruang utama, tempat wudhu dan gerbang masuk serta menara ini mampu menampung sekitar 2000 jamaah.

Setelah berkeliling masjid dan mendengarkan penjelasan secara lengkap mengenai masjid yang memiliki luas tanah sekitar 13.200 m3 dan bangunan seluas lebih kurang 1.500 m3, Bobby Nasution beserta rombongan yang turut dihadiri Wali Kota Hatyai, Thailand, Sakom Thongmunee dan Wakil Wali Kota Hatyai Mr Witchai Kanchanasuwon, selanjutnya menuju Tjong A Fie Mansion yang dibangun sejak tahun 1895 dengan luas 8.000 m dengan 2 lantai dan memiliki 35 kamar tersebut. Seluruh peserta IMT GT sangat kagum dengan bangunan rumah tua tersebut.

Selain disambut keluarga Tjong A Fie, rombongan kemudian mendapat penjelasan secara detail mengenai sejarah Tjong A Fie beserta keluarga, termasuk kontribusi yang diberikannya untuk Kota Medan. Seluruh peserta IMT GT meninjau seluruh ruangan yang ada, termasuk ruangan di lantai dua.

Dari Tjong A Fie Mansion, Bobby Nasution beserta rombongan kemudian melanjutkan City Tour ke gedung tua Kantor Pos yang kini telah dijadikan sebagai Pos Bloc Medan. Di bangunan yang memiliki luas lebih kurang 1.200 m2 dengan tinggi mencapai 20 m serta dibuka sekitar tahun 1911, seluruh peserta IMT GT menjelajahi seluruh ruangan yang sebagian besar telah digunakan untuk anak muda kreatif dan pelaku UMKM mempromosikan produknya.

Usai peninjauan, Wakil Wali Kota Hatyai Mr Witchai Kanchanasuwon mewakili seluruh peserta IMT GT mengungkapkan rasa senang karena datang ke Medan. Sebab, ungkapnya, Medan merupakan kota yang sangat baik dan didukung dengan kebersihannya. Dikatakannya, setiap negara dan kota harus bersama-sama saling membantu untuk mengatasi persoalan yang ada, termasuk masalah kebersihan.

Kemudian, Kanchanasuwon mengaku, dirinya dan beserta seluruh peserta IMT GT sangat kagum dengan tiga bangunan bersejarah yang telah dikunjungi yakni Masjid Raya Al-Mashun, Tjong A Fie Mansion dan Kantor Pos yang kini menjadi Pos Bloc Medan. Untuk itu, imbuhnya, masyarakat Medan harus mengetahui dan bersyukur karena memiliki kota yang bagus dan indah seperti ini.

“Semua yang ada di Kota Medan ini sangat penting dan harus dijaga. Kita butuh bergerak untuk menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik. Untuk itu, kita harus terus belajar karena itu sangat penting dan itu merupakan masalah serius. Kita harus mulai dari sekarang,” kata Kanchanasuwon.