Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara belum dinikmati secara merata oleh seluruh daerah. Kepulauan Nias masih menjadi salah satu kawasan yang tertinggal, sementara sejumlah kabupaten/kota lainnya mencatat pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengakui kesenjangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sekitar 10 daerah mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada 2026, sedangkan sejumlah daerah lainnya masih berada di bawah rata-rata.
“Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota, tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali (pertumbuhan ekonomi), kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu,” kata Bobby saat pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Ameriza Ma’aruf Moesa di Medan, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ketimpangan tersebut menjadi tantangan di tengah pertumbuhan ekonomi Sumut yang menunjukkan perbaikan. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sumut tumbuh 5,06 persen secara tahunan, naik dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 4,98 persen.
Namun, pertumbuhan di tingkat provinsi belum otomatis menggambarkan kondisi ekonomi yang merata di seluruh wilayah. Pemerataan pembangunan, terutama di daerah tertinggal seperti Kepulauan Nias, masih membutuhkan perhatian agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Kepala Perwakilan BI Sumut yang baru, Ameriza Ma’aruf Moesa, memproyeksikan ekonomi Sumut tumbuh 5,11 persen sepanjang 2026, dengan inflasi sekitar 3,1 persen. BI akan mendorong pencapaian target tersebut melalui penguatan sektor ketenagakerjaan dan pariwisata.
“Tahun ini kami prediksikan ekonomi tumbuh 5,11%, dan inflasi sekitar 3,1%, ini bisa kita capai dengan kolaborasi dan sinergi yang sudah kita miliki selama ini,” kata Ameriza.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat mengatakan pengendalian inflasi dan stabilitas harga menjadi bagian penting dalam menjaga perekonomian daerah. Ia mencontohkan upaya menjaga harga daging saat hari besar serta berbagai inovasi pengendalian inflasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah.
Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti menilai Sumut memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. BI, menurutnya, berupaya memastikan kebijakan ekonomi dari pusat dapat diterapkan secara efektif di daerah.
Pengukuhan Ameriza sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan. 
