Pertemuan Jokowi-Zulkifli, PAN Isyaratkan Tidak Ingin Disangkutpautkan Dengan Poeple Power

Ada dua makna yang bisa diamati terkait pertemuan Capres petahana Joko Widodo dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Setidaknya bisa dilihat dua hal dalam pertemuan itu,"  kata pengamat politik dari Linkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Senin (29/4).

Pertama, PAN ingin memberi isyarat bahwa konflik politik akibat Pilpres telah berakhir pasca pencoblosan 17 April lalu dan persaingan antar kandidat juga telah berakhir, sehingga yang perlu digalakkan adalah silaturahmi politik antar anak bangsa guna menekan ketegangan.

"Soal hasil pemilu diserahkan kepada penyelenggara, dalam hal ini adalah KPU," ujar Ray.

Kedua, PAN tidak ingin disangkutpautkan dengan isu poeple power yang digaungkan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Bagi PAN, Ray berpandangan, persaingan elektoral tidak seharusnya dibawa ke jalanan lantaran sistem politik Indonesia telah menampungnya.

"Tentu saja langkah Pak Zul ini cukup menarik. Tindakan ini seperti menampilkan dua hal sekaligus. Yakni menampik dukungan atas people power dan sekaligus menarik diri dari seruan tokoh pendiri PAN Amien Rais," pungkas Ray.[R]


Ada dua makna yang bisa diamati terkait pertemuan Capres petahana Joko Widodo dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Setidaknya bisa dilihat dua hal dalam pertemuan itu,"  kata pengamat politik dari Linkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Senin (29/4).

Pertama, PAN ingin memberi isyarat bahwa konflik politik akibat Pilpres telah berakhir pasca pencoblosan 17 April lalu dan persaingan antar kandidat juga telah berakhir, sehingga yang perlu digalakkan adalah silaturahmi politik antar anak bangsa guna menekan ketegangan.

"Soal hasil pemilu diserahkan kepada penyelenggara, dalam hal ini adalah KPU," ujar Ray.

Kedua, PAN tidak ingin disangkutpautkan dengan isu poeple power yang digaungkan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Bagi PAN, Ray berpandangan, persaingan elektoral tidak seharusnya dibawa ke jalanan lantaran sistem politik Indonesia telah menampungnya.

"Tentu saja langkah Pak Zul ini cukup menarik. Tindakan ini seperti menampilkan dua hal sekaligus. Yakni menampik dukungan atas people power dan sekaligus menarik diri dari seruan tokoh pendiri PAN Amien Rais," pungkas Ray.