Perantau Asal Samosir Adukan Mantan Kapolres Samosir ke KPK

Oberlin Ridal Simbolon/Ist
Oberlin Ridal Simbolon/Ist

Perantau asal Kabupaten Samosir yang menamakan diri Komunitas Masyarakat dan Perantau Samosir (Kompas) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.


Mereka mendatangi gedung anti rasuah tersebut untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dengan terlapor Rizal Naibaho (wiraswasta) dan AKBP M Saleh yang merupakan mantan Kapolres Samosir 2019-2021.

Oberlin Ridal  Simbolon, didamping Sekretaris Jenderal Kompas BMS Situmorang mengatakan materi laporannya terkait pesanan Terlapor 1 yang dalam hal ini Rizal Naibaho yang telah memesan beras kepada dirinya senilai Rp 356.050.000, dimana setiap pesanan berasnya diantar ke Kantor Polres dimana terlapor 2 AKBP Moh Saleh saat itu menjabat Kapolres Samosir.

“Karena terlapor 1 merupakan Simpatisan Calon Kepala Daerah pada Pilkada kemarin maka diduga kuat bahwa sumber dana yang dipakai untuk membeli beras tersebut bersumber dari Calon Kepala Daerah tersebut dan dipakai untuk kepentingan-kepentingan politik dalam hal ini tentu pihak terlapor dua telah melakukan tindakan tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada Samosir 2020,” ujar Oberlin Ridal Simbolon dalam keterangannya via Whatsapp.

Selanjutnya Oberlin menerangkan bahwa  materi kedua atas laporan dirinya kepada KPK terkait pengadaan Beras Fiktif oleh Terlapor 2 dimana sebenarnya akhir Bulan Mei terlapor 1 telah berhenti memesan Beras Kepada CV Rodearni akan tetapi Bawahan terlapor 2 mendatangi orang tua Oberlin yang merupakan Direktur Rodearni dengan menyodorkan dokumen pemesanan Beras dengan Nilai Rp. 120.000.000.

“Akan tetapi sampai hari ini, pihak terlapor tidak pernah melakukan pembayaran sebanyak yang disebutkan dalam kontrak, sedangkan dokumen kontrak telah di tanda tangani oleh kedua belah pihak termasuk terlapor II, maka dari itu kami menduga bahwa terlapor telah melakukan pengadaan beras fiktif dengan tujuan mencari keuntungan Pribadi,” terang Oberlin.

Oberlin mengaku tindakannya ini dilakukan semata-mata untuk tegaknya keadilan dan membebaskan Kabupaten Samosir dari korupsi.

“Kalau begini mental Pejabat Samosir, mau dibawa kemana Samosir kedepan, untuk itu kami meminta kepada KPK untuk turun tangan ke Samosir dan menindak dugaan korupsi tersebut,” pungkasnya.