Penuhi Panggilan Bawaslu, Salman Menolak Disebut Kampanye di Masjid

Salman Alfarisi/RMOLSumut
Salman Alfarisi/RMOLSumut

Calon Wakil Walikota Medan, Salman Alfarisi menghadiri panggilan yang dilayangkan oleh Bawaslu Kota Medan, Senin (16/11). Ia tiba di Kantor Bawaslu Kota Medan, sekitar pukul 16.00 WIB dan diterima oleh Koordinator divisi Penangan Pelanggaran Bawaslu Kota Medan, Raden Deni Atmiral.


Dalam proses klarifikasi tersebut kata Salman, ia ditanyai seputar kegiatannya di Masjid Al Irma, Jalan Rajawali, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (11/11/20) lalu. 

"Saya menjelaskan bahwa saya diundang oleh badan kenaziran masjid (BKM) dan diberi kesempatan menyampaikan tausiah," katanya kepada wartawan.

Salman mengaku kegiatan disana berjalan dengan baik dan ia memastikan kegiatan itu tidak dalam rangka kampanye. Soal informasi yang menyebut adanya pembagian brosur yang disebut berisi visi misinya, Salman juga mengaku hal tersebut tanpa sepengetahuan dia.

"Saya sempat memperhatikan seorang pria membawa setumpuk brosur. Tapi saya tidak bisa memastikan brosur apa yang dibawa pria itu. Saya tanya BKM apa ada dibagikan BK? Tidak ada," kata Salman. 

"Bahkan saya tidak mengenal pria yang membagikan brosur tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Raden Deni Atmiral mengatakan panggilan mereka terhadap Salman Alfarisi masih dalam rangka klarifikasi terkait adanya temuan anggota mereka tentang dugaan pelanggaran kampanye. 

"Pemeriksaannya masih seputar klarifikasi. Dan dalam keterangannya, pak Salman membantah melakukan kampanye, karena yang membagikan brosur tersebut orang lain," ungkapnya.

Usai memberikan penjelasan, Salman Alfarisi kata Deni langsung meninggalkan Kantor Bawaslu Medan. Pihak Bawaslu sendiri masih akan mendalami kasus ini.

"Kita belum sampai ke pembuktian-pembuktian, karena ini masih klarifikasi," demikian Raden Deni Atmiral.