Pengamat Politik: Gerindra Masih Berpeluang Salip PDIP

Peluang Partai Gerindra untuk menyalip PDI Perjuangan pada Pemilu serentak 2019 masih terbuka lebar.

Pasalnya, meskipun kedua partai diprediksi mendapatkan efek ekor jas dari Pilpres, namun terdapat perbedaan perolehan efek yang cukup mencolok di antaranya.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (9/4).

Pertama, pengaruh dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebagai ketum Gerindra. Perbedaan ini yang cukup menguntungkan bagi partai bernomor urut 2 itu.

"Karena tingginya elektabiktas Prabowo membawa dampak positif langsung bagi Gerindra," sebut Jajat Nurjaman.

Sementara itu, elektabitas petahana Joko Widodo tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi PDIP pada pemilu kali ini.

"Bahkan beberapa waktu lalu beredar video tentang pengakuan dari pendukung Jokowi jika kali ini pengaruh Jokowi tidak begitu besar sehingga berimbas kepada PDIP," tutur Jajat Nurjaman.

Kedua, Gerindra pandai memanfaatkan potensi dalam berkampanye terutama melalui media sosial baik Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.

Selain karena Gerindra mendominasi pembicaraan di ranah digital, di sisi lain sulitnya mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan paslon 02 Prabowo-Sandi yang tidak ditampilkan di media maka alternatif lainnya publik mencari informasi salah satunya Gerindra TV.

Menurut Jajat Nurjaman, dalam era yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kerap memafaatkan media sosial untuk mencari berbagai informasi, untuk itu siapa yang mampu menguasai media sosial maka akan semakin menarik perhatian masyarakat.

"Untuk diketahui, hingga saat ini hanya Gerindra yang sangat konsisten memanfaatkan media sosial untuk berkampanye sehingga peluangnya untuk menjadi jawara pemilu 2019 semakin terbuka lebar," tutupnya.[R]


Peluang Partai Gerindra untuk menyalip PDI Perjuangan pada Pemilu serentak 2019 masih terbuka lebar.

Pasalnya, meskipun kedua partai diprediksi mendapatkan efek ekor jas dari Pilpres, namun terdapat perbedaan perolehan efek yang cukup mencolok di antaranya.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (9/4).

Pertama, pengaruh dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebagai ketum Gerindra. Perbedaan ini yang cukup menguntungkan bagi partai bernomor urut 2 itu.

"Karena tingginya elektabiktas Prabowo membawa dampak positif langsung bagi Gerindra," sebut Jajat Nurjaman.

Sementara itu, elektabitas petahana Joko Widodo tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi PDIP pada pemilu kali ini.

"Bahkan beberapa waktu lalu beredar video tentang pengakuan dari pendukung Jokowi jika kali ini pengaruh Jokowi tidak begitu besar sehingga berimbas kepada PDIP," tutur Jajat Nurjaman.

Kedua, Gerindra pandai memanfaatkan potensi dalam berkampanye terutama melalui media sosial baik Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.

Selain karena Gerindra mendominasi pembicaraan di ranah digital, di sisi lain sulitnya mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan paslon 02 Prabowo-Sandi yang tidak ditampilkan di media maka alternatif lainnya publik mencari informasi salah satunya Gerindra TV.

Menurut Jajat Nurjaman, dalam era yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kerap memafaatkan media sosial untuk mencari berbagai informasi, untuk itu siapa yang mampu menguasai media sosial maka akan semakin menarik perhatian masyarakat.

"Untuk diketahui, hingga saat ini hanya Gerindra yang sangat konsisten memanfaatkan media sosial untuk berkampanye sehingga peluangnya untuk menjadi jawara pemilu 2019 semakin terbuka lebar," tutupnya.