Pengamat Lingkungan Bilang Begini Soal Papan Bunga Ucapan "Selamat Medan Terkotor"

Pengamat lingkungan, Lektor Kepala Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Onrizal, Ph.D menilai karangan bunga yang dikirim dan dialamatkan ke Kantor Walikota Medan, Rabu (23/1) pagi merupakan peringatan untuk pemerintah kota membenahi dan memperhatikan kebersihan.

Papan bunga yang dikirimkan oleh seseorang yang menyatakan diri sebagai Komunitas Sayangi Medan bertuliskan kalimat yang menyindir dengan ucapan selamat atas predikat Kota Terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

"Ya mudah-mudahan membuka mata Walikota dan jajarannya, karena kan memang tanggung jawab konstitusi di tangan Walikota dan mereka yang mengelola anggaran sampah ini," katanya saat dihubungi

Onrizal pun menilai program pemetaan Pemko Medan terhadap kriteria bersih, hijau, sehat dan layak hidup masih sangat minim dilakukan.

"Di tahun 2018 pemetaan Pemko Medan di aspek-aspek itu jauh kita lihat. Tentu Pemko tidak akan bisa sendiri, memprogram dalam memetakan warga untuk  terlibat dalam  menjaga kebersihan, keindahan kota, kesehatan, jadi kemudian harus mampu mengajak warga," sebutnya.


Pengamat lingkungan, Lektor Kepala Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Onrizal, Ph.D menilai karangan bunga yang dikirim dan dialamatkan ke Kantor Walikota Medan, Rabu (23/1) pagi merupakan peringatan untuk pemerintah kota membenahi dan memperhatikan kebersihan.

Papan bunga yang dikirimkan oleh seseorang yang menyatakan diri sebagai Komunitas Sayangi Medan bertuliskan kalimat yang menyindir dengan ucapan selamat atas predikat Kota Terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

"Ya mudah-mudahan membuka mata Walikota dan jajarannya, karena kan memang tanggung jawab konstitusi di tangan Walikota dan mereka yang mengelola anggaran sampah ini," katanya saat dihubungi

Onrizal pun menilai program pemetaan Pemko Medan terhadap kriteria bersih, hijau, sehat dan layak hidup masih sangat minim dilakukan.

"Di tahun 2018 pemetaan Pemko Medan di aspek-aspek itu jauh kita lihat. Tentu Pemko tidak akan bisa sendiri, memprogram dalam memetakan warga untuk  terlibat dalam  menjaga kebersihan, keindahan kota, kesehatan, jadi kemudian harus mampu mengajak warga," sebutnya.