Pelantikan Wakil Wali Kota Binjai Dan Paslon Terpilih Labuhanbatu Tinggal Menunggu SK Mendagri

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah mengirimkan berkas usulan pelantikan Wakil Wali Kota Binjai Rizky Yunanda Sitepu dan pasangan calon terpilih di Pilkada Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga–Ellya Rosa Siregar, ke Kementerian Dalam Negeri.


Pengiriman dilakukan secara bersamaan dengan harapan proses pelantikan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga dapat dilakukan serentak.

Pemprov Sumut berencana menjadwalkan secara serentak pelantikan pasangan calon kepala daerah Kabupaten Labuhanbatu hasil Pilkada serentak 2020, dan Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu. 

Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprovsu, Ahmad Rasyid Ritonga, mengatakan pihaknya telah mengirimkan dokumen pengusulan untuk surat keputusan sekaligus pelantikan bagi pemimpin di dua daerah dimaksud kepada Kementerian Dalam Negeri. 

"Sudah dikirim ke Kemendagri hari Senin kemarin. Ini masih berproses di Kemendagri," katanya menjawab wartawan, Kamis (12/8). 

Setelah SK tersebut turun dan diterima pihaknya, maka tinggal menyesuaikan waktu gubernur untuk pelantikan. 

"Seperti biasa tentu akan kita sesuaikan dengan jadwal bapak gubernur buat pelantikannya," pungkas Rasyid. 

Seperti diketahui, pasangan Erik Adtrada Ritonga–Ellya Rosa Siregar (ERA), telah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada Labuhanbatu 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum Labuhanbatu. KPU mengungkapkan pasangan calon nomor urut 02 tersebut memiliki perolehan suara sebanyak 88.381 atau 37,24 persen dari total suara sah.

Adapun Rizky Yunanda Sitepu, sebagai wakil wali Kota Binjai telah rampung proses pemilihan di DPRD Binjai, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Anak mantan Bupati Langkat dua periode, Ngogesa Sitepu itu, unggul mengalahkan kompetitornya, Hamdani Syahputra dalam proses pemilihan Wakil Wali Kota Binjai. Politisi muda Golkar tersebut, meraih 26 suara anggota legislatif Binjai. Sedangkan Hamdani meraih dua suara, dan satu suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan tersebut dilandasi karena Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.