Pelaku Bom Surakarta Masih Hidup, Sedang Dirawat Di Rumah Sakit

RMOLSumut. Rofik Asharudin (24) yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di depan pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah nyawanya masih tertolong. Saat ini pelaku tengah dirawat secara intensif di rumah sakit.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, terduga pelaku masih dapat diajak bicara dan kondisinya cukup stabil.

Pemeriksaan dokter, yang bersangkutan kesehatan cukup stabil dan bisa diajak komunikasi. Sekarang masih dirawat,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/6).

Pasca betul-betul pulih, kata Dedi, tim Densus 88 akan kembali melakukan pendalaman bagaimana RA bisa membuat Bom dan darimana mendapatkan pemahaman ISIS

Apakah medsos atau bersentuhan dengan orang,” kata Dedi.

Dari hasil penggeledahan di kediaman orang tua pelaku, Densus 88 menemukan dua plastik belerang, satu plastik potasium florat, campuran belerang di dalam box tupperware, switching baterai dan serbuk putih, serta batang pipa dan detonator manual.

Dari barang-barang yang ditemukan, pelaku disebut akan membuat bom low explosive. [top]


RMOLSumut. Rofik Asharudin (24) yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di depan pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah nyawanya masih tertolong. Saat ini pelaku tengah dirawat secara intensif di rumah sakit.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, terduga pelaku masih dapat diajak bicara dan kondisinya cukup stabil.

Pemeriksaan dokter, yang bersangkutan kesehatan cukup stabil dan bisa diajak komunikasi. Sekarang masih dirawat,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/6).

Pasca betul-betul pulih, kata Dedi, tim Densus 88 akan kembali melakukan pendalaman bagaimana RA bisa membuat Bom dan darimana mendapatkan pemahaman ISIS

Apakah medsos atau bersentuhan dengan orang,” kata Dedi.

Dari hasil penggeledahan di kediaman orang tua pelaku, Densus 88 menemukan dua plastik belerang, satu plastik potasium florat, campuran belerang di dalam box tupperware, switching baterai dan serbuk putih, serta batang pipa dan detonator manual.

Dari barang-barang yang ditemukan, pelaku disebut akan membuat bom low explosive. [top]