Pegawai KPK Bergaya LSM Baiknya Angkat Koper Seperti Saut

RMOLSumut Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil dan Pejuang Antikorupsi kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Dalam aksinya, mereka bertelanjang dada memakai masker dengan tulisan "KPK No LSM!!" sebagai pesan tersirat agar pegawai KPK jangan bekerja seperti LSM.

Koordinator aksi, Dullah meminta Wadah Pegawai (WP) KPK yang bergaya ala LSM segera angkat koper dan mengikuti jejak pimpinan KPK lainnya yang sudah mengundurkan diri.

"Yang masih bergaya LSM, WP KPK sebaiknya mundur dan angkat koper ikuti jejaknya Pak Saut Situmorang. WP KPK sudah kelewat batas, ndablegtidak independen lagi. Padahal digaji rakyat, tapi gayanya seperti oposisi. Ini tak sehat lagi lembaga anti rasuah," tegasnya, Jumat (13/9).

Dullah meminta agar organisasi yang dulu dipimpin Novel Baswedan itu bisa dibubarkan agar cara bekerjanya tidak seperti LSM yang kerap berdemo.

"Ingat kalian digaji pakai duit rakyat. Jika masih doyan demo, angkat kaki saja dari KPK, jangan gunakan waktumu untuk berdemo," sebut Dullah.

Dullah pun menyindir singkatan KPK yang dituding kerap melakukan manuver politik dan terbaru ingin menjegal capim KPK saat fit and proper test. Kata dia, KPK sama dengan Komisi Penghambat Karir.

"WP KPK biang kerok keonaran di KPK, kenapa dibiarkan. Jangan-jangan pegawai KPK ini tidak kontrak dengan lembaga tapi NGO atau LSM," bebernya.[top]


RMOLSumut Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil dan Pejuang Antikorupsi kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Dalam aksinya, mereka bertelanjang dada memakai masker dengan tulisan "KPK No LSM!!" sebagai pesan tersirat agar pegawai KPK jangan bekerja seperti LSM.

Koordinator aksi, Dullah meminta Wadah Pegawai (WP) KPK yang bergaya ala LSM segera angkat koper dan mengikuti jejak pimpinan KPK lainnya yang sudah mengundurkan diri.

"Yang masih bergaya LSM, WP KPK sebaiknya mundur dan angkat koper ikuti jejaknya Pak Saut Situmorang. WP KPK sudah kelewat batas, ndablegtidak independen lagi. Padahal digaji rakyat, tapi gayanya seperti oposisi. Ini tak sehat lagi lembaga anti rasuah," tegasnya, Jumat (13/9).

Dullah meminta agar organisasi yang dulu dipimpin Novel Baswedan itu bisa dibubarkan agar cara bekerjanya tidak seperti LSM yang kerap berdemo.

"Ingat kalian digaji pakai duit rakyat. Jika masih doyan demo, angkat kaki saja dari KPK, jangan gunakan waktumu untuk berdemo," sebut Dullah.

Dullah pun menyindir singkatan KPK yang dituding kerap melakukan manuver politik dan terbaru ingin menjegal capim KPK saat fit and proper test. Kata dia, KPK sama dengan Komisi Penghambat Karir.

"WP KPK biang kerok keonaran di KPK, kenapa dibiarkan. Jangan-jangan pegawai KPK ini tidak kontrak dengan lembaga tapi NGO atau LSM," bebernya.[top]