Pecinta PSMS Medan: PSMS Salah Kelola, Manajer Tak Akan Fokus Karena Menjabat Kadis Dan Sekaligus Plt Bupati

PSMS Medan/net
PSMS Medan/net

Singkatnya masa kontrak Luis Irsandi di PSMS Medan memicu berbagai komentar dari kalangan pecinta klub sepakbola kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut.


Meski manajemen PSMS sudah menjelaskan alasan teknis dibalik pemutusan kontrak yang baru berjalan 2 minggu tersebut, namun mereka menilai hal ini memperlihatkan buruknya pengelolaan PSMS Medan secara umum.

Tidak lagi hanya persoalan kontrak singkat tersebut yang mereka soroti, melainkan pengelolaan PSMS Medan yang dinilai sangat jauh dari hal yang ideal.

"Pengelolaan klub kebanggaan Sumatera Utara ini sudah sangat uzur alias ketinggalan zaman. Sekarang itu klub sepakbola harus dikelola profesional mulai dari aspek infrastruktur klub, aspek financial hingga pendidikan usia dini. Itu yang bisa dibilang tak dimiliki PSMS Medan," kata Bobi Septian, Kamis (9/9/2021).

Sosok yang menjadi salah satu pentolan kelompok supporter PSMS Medan ini menjelaskan, untuk pengelolaan yang profesional dibutuhkan sosok yang bisa fokus mengurusi PSMS Medan. Dalam hal inilah menurutnya PSMS selalu tidak mampu melakukannya. Jabatan-jabatan di kepengurusan PSMS Medan selalu diisi sosok-sosok yang tidak memahami pengelolaan olah raga.

"Kesannya hanya azas manfaat. Pengelolaan manajemen asal bapak senang terjadi. PSMS jadi ajang politik pejabat untuk pencitraan," ujarnya.

Kondisi miris diungkapkannya terkait penempatan sosok Mulyadi Simatupang yang saat ini menjabat Manajer PSMS Medan. Ia yakin seorang Mulyadi tidak akan mampu fokus mengelola PSMS Medan mengingat saat ini yang bersangkutan merupakan anak buah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yakni sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Saat ini Edy Rahmayadi juga menunjuknya menjadi Plt Bupati Labuhanbatu.

"Sang mananger klub menjabat sebagai kepala dinas dan plt bupati. Jadi bagaimana PSMS bisa bresprestasi, sang pengelolah klub tidak serius dalam membangun PSMS yang harus mandiri secara financial. PSMS hanyalah tinggal nama besar saja, tidak memiliki taji. Itu bisa dikembalikan kalau manajemen klub dirombak total," pungkasnya.