Pangsit Kesukaan Ibu Kartini Meriahkan Peringatan Hari Kartini Di Beijing

RMOLSumut. Ada yang istimewa dalam peringatan Hari Kartini tahun ini di KBRI Beijing, Republik Rakyat China yang digelar kemarin, Jumat (3/5).

Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Beijing menghidangkan salah satu makanan kesukaan Raden Ajeng Kartini, yakni sup pangsit Jepara yang diracik oleh Ketua DWP KBRI Beijing Sih Elsiwi Handayani Oratmangun.

Kegiatan lain dalam peringatan Hari Kartini itu berupa sarasehan bersama masyarakat Indonesia dengan kegiatan yang berisi penampilan seni tari, pembacaan puisi, dialog dengan perwakilan masyarakat Indonesia terkait makna peringatan Hari Kartini dalam kehidupan masyarakat, serta menyanyikan bersama lagu Ibu Kita Kartini dan lagu nasional lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DWP KBRI Beijing Sih Elsiwi Handayani Oratmangun mengatakan, peringatan Hari Kartini merupakan momen penting untuk menegaskan kembali pengakuan dan penghormatan terhadap harkat, martabat, dan peranan kaum perempuan secara menyeluruh baik sebagai ibu, istri, warga negara dan pejuang.

Dia menambahkan, buku karya Raden Ajeng Kartini yang berjudul Habis Gelap, Terbitlah Terang” telah menggugah semangat juang kaum perempuan Indonesia dari masa ke masa.

Kartini salah seorang tokoh perempuan Indonesia yang gigih memperjuangkan kemerdekaan hak perempuan, antara lain untuk maju dan memperoleh kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Jadi, sangatlah relevan bila Hari Kartini dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada.

Sementara Dubes RI untuk RRC Djauhari Oratmangun mengatakan, peringatan Hari Kartini tidak hanya dapat membangkitkan semangat kaum perempuan Indonesia dalam mendukung pembangunan, tetapi juga menyadarkan berbagai lapisan masyarakat akan hak kebebasan dan demokrasi perempuan Indonesia, demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Perayaan Hari Kartini merupakan salah satu wujud apresiasi atas perjuangan dan dedikasi terhadap sosok R.A Kartini bagi kemajuan kaum Perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yang pada hakekatnya ditujukan kepada seluruh kaum perempuan di Indonesia,” ujarnya.

Perempuan memiliki kemampuan dan kapasitas yang luar biasa dalam membentuk karakter bangsa. Perempuan-perempuan Indonesia masa kini, tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, namun juga ikut serta memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan nasional, termasuk bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik.

Maju Terus Perempuan Indonesia. Habis gelap terbitlah terang, habis terang perjuangan belumlah usai. Sampai putaran bumi berhenti, Kartini tidak mati. Semangatnya abadi dalam darah perempuan bumi pertiwi,” demikian Dubes Oratmangun. [krm/rmol]


RMOLSumut. Ada yang istimewa dalam peringatan Hari Kartini tahun ini di KBRI Beijing, Republik Rakyat China yang digelar kemarin, Jumat (3/5).

Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Beijing menghidangkan salah satu makanan kesukaan Raden Ajeng Kartini, yakni sup pangsit Jepara yang diracik oleh Ketua DWP KBRI Beijing Sih Elsiwi Handayani Oratmangun.

Kegiatan lain dalam peringatan Hari Kartini itu berupa sarasehan bersama masyarakat Indonesia dengan kegiatan yang berisi penampilan seni tari, pembacaan puisi, dialog dengan perwakilan masyarakat Indonesia terkait makna peringatan Hari Kartini dalam kehidupan masyarakat, serta menyanyikan bersama lagu Ibu Kita Kartini dan lagu nasional lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DWP KBRI Beijing Sih Elsiwi Handayani Oratmangun mengatakan, peringatan Hari Kartini merupakan momen penting untuk menegaskan kembali pengakuan dan penghormatan terhadap harkat, martabat, dan peranan kaum perempuan secara menyeluruh baik sebagai ibu, istri, warga negara dan pejuang.

Dia menambahkan, buku karya Raden Ajeng Kartini yang berjudul Habis Gelap, Terbitlah Terang” telah menggugah semangat juang kaum perempuan Indonesia dari masa ke masa.

Kartini salah seorang tokoh perempuan Indonesia yang gigih memperjuangkan kemerdekaan hak perempuan, antara lain untuk maju dan memperoleh kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Jadi, sangatlah relevan bila Hari Kartini dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada.

Sementara Dubes RI untuk RRC Djauhari Oratmangun mengatakan, peringatan Hari Kartini tidak hanya dapat membangkitkan semangat kaum perempuan Indonesia dalam mendukung pembangunan, tetapi juga menyadarkan berbagai lapisan masyarakat akan hak kebebasan dan demokrasi perempuan Indonesia, demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Perayaan Hari Kartini merupakan salah satu wujud apresiasi atas perjuangan dan dedikasi terhadap sosok R.A Kartini bagi kemajuan kaum Perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yang pada hakekatnya ditujukan kepada seluruh kaum perempuan di Indonesia,” ujarnya.

Perempuan memiliki kemampuan dan kapasitas yang luar biasa dalam membentuk karakter bangsa. Perempuan-perempuan Indonesia masa kini, tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, namun juga ikut serta memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan nasional, termasuk bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik.

Maju Terus Perempuan Indonesia. Habis gelap terbitlah terang, habis terang perjuangan belumlah usai. Sampai putaran bumi berhenti, Kartini tidak mati. Semangatnya abadi dalam darah perempuan bumi pertiwi,” demikian Dubes Oratmangun. [krm/rmol]