Paket Stimulus $ 2 T Disetujui Senat AS, Pasar Keuangan Rebound

Rally pada bursa saham global kembali terjadi belakangan ini. Kinerja indeks saham mengalami penguatan setelah sejumlah paket stimulus oleh senat AS di setujui. Dengan disetujuinya sejumlah paket stimulus tersebut sebesar $ 2 T, maka ekonomi AS akan menjadi episentrum  bagi pertumbuhan ekonomi global ditengah wabah corona. "Dengan disepakatinya paket stimulus itu, maka besar kemungkinan ekonomi di negara lainnya ikut mengalami pemulihan. Satu per satu sentimen negatif seperti kekuatiran perlambatan ekonomi berguguran. Hanya menyisahkan satu permasalahan terkahir yakni penyebaran virus corona itu sendiri. Kalau sebelumnya sentimen global khususnya terkait penyebaran corona mempengaruhi pasar keuangan pada umumnya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, jumat (27/3). Namun, setelah ini, maka pelaku pasar akan lebih terfokus kepada masing-masing negara dalam menyiapkan sejumlah paket stimulus. Serta memantau perkembangan terkini dari penanganan corona di negara masing-masing. Hal inilah yang saya pikir akan banyak mempengaruhi kinerja pasar keuangan kedepan. Sembari melihat perkembangan ekonomi terbaru nantinya. Pada pagi ini IHSG dibuka menguat 4.411,55, dan trennya sejauh ini masih mengalami kenaikan di level 4.666. Sementara itu, pagi ini mata uang rupiah juga mengalami penguatan di level 16.200 per US Dolarnya. "Kinerja mata uang rupiah menguat walaupun masih berada diatas level psikologis 16.000," pungkasnya.[R]


Rally pada bursa saham global kembali terjadi belakangan ini. Kinerja indeks saham mengalami penguatan setelah sejumlah paket stimulus oleh senat AS di setujui. Dengan disetujuinya sejumlah paket stimulus tersebut sebesar $ 2 T, maka ekonomi AS akan menjadi episentrum  bagi pertumbuhan ekonomi global ditengah wabah corona. "Dengan disepakatinya paket stimulus itu, maka besar kemungkinan ekonomi di negara lainnya ikut mengalami pemulihan. Satu per satu sentimen negatif seperti kekuatiran perlambatan ekonomi berguguran. Hanya menyisahkan satu permasalahan terkahir yakni penyebaran virus corona itu sendiri. Kalau sebelumnya sentimen global khususnya terkait penyebaran corona mempengaruhi pasar keuangan pada umumnya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, jumat (27/3). Namun, setelah ini, maka pelaku pasar akan lebih terfokus kepada masing-masing negara dalam menyiapkan sejumlah paket stimulus. Serta memantau perkembangan terkini dari penanganan corona di negara masing-masing. Hal inilah yang saya pikir akan banyak mempengaruhi kinerja pasar keuangan kedepan. Sembari melihat perkembangan ekonomi terbaru nantinya. Pada pagi ini IHSG dibuka menguat 4.411,55, dan trennya sejauh ini masih mengalami kenaikan di level 4.666. Sementara itu, pagi ini mata uang rupiah juga mengalami penguatan di level 16.200 per US Dolarnya. "Kinerja mata uang rupiah menguat walaupun masih berada diatas level psikologis 16.000," pungkasnya.