Orangutan yang Tertangkap di Karo Dikabarkan Mati, BBKSDA Masih Bungkam

Orangutan yang tertangkap di Karo/Ist
Orangutan yang tertangkap di Karo/Ist

Orangutan berjenis kelamin jantan yang tertangkap di Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo pekan lalu dikabarkan akhirnya mati.


Kabar ini beredar pada sejumlah WAG jurnalis yang sebelumnya melakukan peliputan saat proses evakuasi satwa dilindungi tersebut.

Ironisnya, kabar ini sulit dikonfirmasi kepada pihak berwenang seperti dari pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara maupun pihak-pihak lain yang sebelumnya terlibat dalam proses evakuasi orangutan malang tersebut. Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih hanya membaca pesan konfirmasi yang dikirimkan ke nomor WA nya.

Diketahui, satu individu orangutan ditangkap warga di areal perladangan Liang Melas Data, Dusun Kuta Kendit, Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo pada Jumat 20 Januari 2023 lalu. Warga yang ketakutan akan kedatangan orangutan yang memiliki nama latin Pongo Abelii ini kemudian berhasil menangkapnya dengan menggunakan jerat.

Kabar tertangkapnya orangutan tersebut langsung menyebar hingga membuat pihak BKSDA dan sejumlah lembaga swadaya yang konsern dalam penanganan orangutan turun ke lokasi seperti pihak Orangutan Information Center (OIC) dan Lembaga Sumatera Orangutan Conservation Program (SOCP).

Dokter hewan SOCP, Drh Yenni Saraswati saat itu mengatakan orangutan tersebut dievakuasi ke pusat karantina orangutan Sibolangit. Disana mereka akan melakukan perawatan.

“Orangutannya akan kami rawat dulu di pusat karantina Sibolangit. cuma perawatan biasa aja sifatnya. Ditubuhnya ada beberapa luka,” kata Yenni kepada wartawan.