Muncul Harimau Sumatera, Objek Pendakian Gunung Sibayak Ditutup

Harimau Sumatera/Net
Harimau Sumatera/Net

Pihak Dinas Kehutanan Sumatera Utara (Sumut) UPT Taman Hutan raya (Tahura) Bukit Barisan menutup sementara objek wisata Gunung Sibayak di Kabupaten Karo. Kebijakan ini diambil seiring terjadinya beberapa pertemuan antara warga dengan Harimau Sumatera pada jalur pendakian gunung berapi tersebut.


Kebiajakan ini tercantum dalam surat edaran yang dikeluarkan Kepala UPT Tahura Bukit Barisan, Ramlan Barus tertanggal 15 Oktober 2020.

Dalam surat edaran tersebut, Ramlan menyebutkan jika penutupan sementara itu diberlakukan sebagai upaya menghindari kontak dan konflik antara manusia dengan Harimau Sumatera yang diketahui terlihat berkeliaran di Kawasan Gunung Sibayak sejak akhir Agustus lalu.

“Selain menutup sementara, kami juga meningkatkan patroli untuk memastikan tidak ada pengunjung yang bandal yang tetap masuk ke kawasan, termasuk siaga di pos jaga,” kata Petugas UPT Pengelolaan Tahura, Ashido AS Mulia Munthe lewat pesan singkat, Jumat (16/10/2020).

Diketahui kasus pertemuan warga dengan hewan buas tersebut terjadi hingga beberapa kali. Diberitakan sebelumnya pertemuan pertama terjadi pada 29 Agustus 2020 lalu, petugas pemungut Retribusi Pendakian Gunung Sibayak melihat seekor Harimau Sumatera melintas di jalan menuju pos pendakian Gunung Sibayak.

Kemudian pada 30 Agustus, seekor Harimau Sumatera kembali dilihat seorang warga atas nama Pak Sembiring ketika mencari tanaman obat di Kawasan Gunung Sinabung.

Berkelang sebulan, tepatnya pada 30 September lalu, pengunjung yang sedang mengendarai mobil menuju pos pendakian Gunung Sibayak bertemu langsung dengan seekor Harimau Sumatera yang sedang melintas di jalan dan mengejar mobil pengunjung tersebut.

Pada Senin (12/10/2020), Dinas kehutanan Sumut bekerja sama dengan BBKSDA Provinsi Sumut dan WCS sudah memasang 3 unit kamera trap di jalur yang diperkirakan sering dilewati Harimau Sumatera. Sejauh ini, belum ditemukan jejak Harimau Sumatera.