Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan sentimen masyarakat terhadap Palestina dalam mengambil keputusan terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan pandangan Bocelli mengenai perdamaian memang patut diapresiasi. Namun, hal itu tidak serta-merta menghapus persoalan terkait dukungan dana yang disebut diberikan kepada Israel.
“Ya, itu bagus, memang bagus. Tapi jejaknya tidak bisa dihapus. Kalau boleh menyebut, ini sebagai dosa besar. Dosa besar,” ujar Sudarnoto dikutip dari MUI Digital, Jumat , 23 Oktober 2026.
Menurutnya, persoalan konser tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menyangkut sensitivitas masyarakat terhadap isu Palestina dan potensi dampaknya terhadap stabilitas nasional.
Sudarnoto mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi dalam mengambil keputusan. Sebab, jika konser tetap mendapat izin dan digelar, hal itu berpotensi memunculkan sentimen negatif terhadap Indonesia.
“Ketika pemerintah tetap memberikan izin dan tetap tampil, narasinya luar biasa negatif pada Indonesia karena sentimen publik itu sudah terlihat sekarang ini. Soal Palestina itu bagi kita sangat sensitif sekali,” katanya.
Ia menegaskan, MUI akan tetap menyampaikan pandangannya kepada pemerintah terkait rencana konser tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih luas sebelum mengambil keputusan.
“MUI tidak akan pernah tidak bersuara. Kalau tidak didengar, ya itu urusan pemerintah. Tapi saya berharap pemerintah akan mendengar,” ujarnya.
Sudarnoto menambahkan, kepentingan nasional tidak boleh hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan stabilitas nasional.
“National interest, ekonomi, ya. Tapi jangan juga karena ekonomi kemudian harus melakukan cara-cara seperti ini. National interest yang penting menurut saya jauh lebih penting dari sekadar ekonomi angka-angka itu adalah stabilitas nasional,” tegasnya. 
