Milenial Binjai Sedih Pilkada Diwarnai Politik Dinasti

Diskusi virtual RMOLSumut
Diskusi virtual RMOLSumut

Kalangan milenial di Kota Binjai mengaku sangat prihatin dan sedih dengan kondisi perpolitikan di Pilkada Binjai 2020. Keprihatinan ini karena para calon kepala daerah yang maju karena faktor dinasti politik, dadakan dan titipan.


Hal ini disampaikan salah seorang milenial Kota Binjai Hariadi dalam diskusi "Bagaimana Buat Binjai Bagus? Smart City Binjai: Peluang, Tantangan dan Solusinya" yang digelar oleh RMOLSumut, Sabtu (24/10) malam.

"Secara ril kami sedih. Pilkada Binjai diwarnai politik dinasti, titipan dan dadakan. Tiga minggu ini politik yang dipertontonkan adalah politik serang dan balasan oleh para calon," katanya.

Hariadi menilai, Kota Binjai yang dari sisi wilayah tidak terlalu luas seharusnya sangat mudah untuk dibangun. Akan tetapi, untuk membangunnya dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki komitmen dan kemauan untuk memajukan Kota Binjai. Dan Pilkada Binjai 2020 seharusnya menjadi momentum untuk mendapatkan pemimpin tersebut.

"Kita sangat berharap fenomena buruk yang mempertontonkan politik serang dan balasan dalam mencari pemimpin itu hilang," ungkapnya.

Diskusi ini menghadirkan tiga orang pembicara yakni Pengamat Lingkungan dan Perkotaan Jaya Arjuna, Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara Hendro Susanto dan Walikota LIRA Binjai Eddy Aswari.