Menteri Pariwisata: Kepala Daerah Tak Punya Komitmen Untuk Danau Toba Tak Perlu Didukung

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku tidak akan mendukung kebijakan kepala daerah yang tidak mendukung kemajuan pariwisata di Danau Toba. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Calender of Event Danau Toba di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemnepar), Jakarta, Senin (25/2/2019).

"Saya pakai bahasa jelas saja. Kalau bupatinya tidak komit jangan didukung. Terlalu lelah kita mendukung daerah yang bupatinya sendiri tidak komit," katanya.

Saat ini menurut Arief, pihaknya sangat bersyukur karena hingga saat ini dukungan dari masing-masing kepala daerah di seputar Danau Toba masih relatif bagus dalam mendukung program pemerintah pusat tersebut. Hal ini ditandai dengan beberapa kalender pariwisat yang digelar disana.

"Bersyukur  saya 8 bupati yang mengelilingi Danau Toba relatively sangat bagus dalam komitmennya," ujarnya.

Ia berharap komitmen seperti ini akan terus dilakukan oleh seluruh kepala daerah. Even-even pariwisata yang sudah ditetapkan diharapkan tetap terlaksana dengan baik.

"Kalau pejabat ada atau tidak ada pejabat, ya harus tetap tanggalnya sesuai yang ditentukan. Contoh dari festival di Nias itu tepatnya tanggal 9 atau festival  Danau Toba tetap 9 sampai 12 September. Karena kita sudah umumkan dari awal," pungkasnya.


Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku tidak akan mendukung kebijakan kepala daerah yang tidak mendukung kemajuan pariwisata di Danau Toba. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Calender of Event Danau Toba di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemnepar), Jakarta, Senin (25/2/2019).

"Saya pakai bahasa jelas saja. Kalau bupatinya tidak komit jangan didukung. Terlalu lelah kita mendukung daerah yang bupatinya sendiri tidak komit," katanya.

Saat ini menurut Arief, pihaknya sangat bersyukur karena hingga saat ini dukungan dari masing-masing kepala daerah di seputar Danau Toba masih relatif bagus dalam mendukung program pemerintah pusat tersebut. Hal ini ditandai dengan beberapa kalender pariwisat yang digelar disana.

"Bersyukur  saya 8 bupati yang mengelilingi Danau Toba relatively sangat bagus dalam komitmennya," ujarnya.

Ia berharap komitmen seperti ini akan terus dilakukan oleh seluruh kepala daerah. Even-even pariwisata yang sudah ditetapkan diharapkan tetap terlaksana dengan baik.

"Kalau pejabat ada atau tidak ada pejabat, ya harus tetap tanggalnya sesuai yang ditentukan. Contoh dari festival di Nias itu tepatnya tanggal 9 atau festival  Danau Toba tetap 9 sampai 12 September. Karena kita sudah umumkan dari awal," pungkasnya.