Menolak Dibubarkan Paksa, Mahasiswa UINSU Didorong Sampai Terjungkal

Mahasiswa UINSU terjungkal saat upaya pembubaran paksa aksi mogok makan berlangsung
Mahasiswa UINSU terjungkal saat upaya pembubaran paksa aksi mogok makan berlangsung

Penolakan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) untuk menghentikan aksi mogok makan untuk mendesak Menteri Agama Yaqut Qolil Choumas mengusut dugaan plagiarisme di Kampus UINSU berujung ricuh.


Personil satpol PP yang datang untuk membubarkan aksi terlibat adu dorong dengan mahasiswa yang menamakan diri Komite Mahasiswa Anti Plagiasi UINSU (Komanpu) yang berjumlah 6 orang.

Kalah jumlah membuat para mahasiswa tidak mampu melawan personil satpol PP yang berjumlah sekitar 30 orang. Salah seorang diantara pengunjuk rasa bahkan terjungkal saat aksi saling dorong terjadi.

"Teman kami Irwandi Pratama didorong sampai terjatuh," kata koordinator aksi Irham Sadana, Selasa (30/3).

Irham mengaku heran dengan kedatangan personil Satpol PP. Sebab, aksi mereka tersebut berjalan dengan damai dan dalam aksinya mereka sangat tertib dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka dan juga melakukan aksi mogok makan di lokasi. Mereka menduga kedatangan Satpol PP tersebut karena dikerahkan oleh pihak rektorat UINSU.

"Kami menduga pihak rektorat UINSU mengerahkan satpol PP untuk membubarkan kami, tapi kami masih bertahan meskipun spanduk-spanduk dan alat peraga kami diambil paksa Satpol PP," ujarnya.

Hingga saat ini para mahasiswa masih bertahan melakukan aksinya di depan Hotel JW Marriot, Medan. Mereka melakukan aksinya di sana seiring adanya acara Pertemuan dan rapat koordinasi Badan Layanan Umum (BLU) yang dihadiri 23 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia yang berlangsung tanggal 28-30 Maret 2021, di JW Marriot Hotel Medan. Menurut mahasiswa, Menteri Agama juga akan hadir di sana.