Menlu Zarif: Tindakan Militer Terhadap Iran Sama Dengan Memulai Perang Tanpa Akhir

RMOLSumut Iran tidak akan pernah memulai perang. Namun bukan berarti Iran akan tinggal diam menghadapi segala bentuk ancaman militer yang datang. 

Begitu peringatan yang dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam sebuah wawancara dengan program CBS News, "Face the Nation" pada hari Sabtu (21/9), seperti dikutip ulang Press TV.

Wawancara itu dilakukan di dalam misi PBB Iran di New York beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan bahwa negara menapun manapun yang mulai mengambil langkah militer terhadap Iran, akan menciptakan perang tanpa akhir di Timur Tengah. 

Pernyataan itu dibuat di tengah ketegangan yang terjadi pasca serangan drone terhadap fasilitas minyak negara Arab Saudi, Aramco pada 14 September lalu. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Houthi Yaman. Namun Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan tersebut. Iran membantah tuduhan tersebut.

Meski begitu, Amerika Serikat bergegas mengambil tindakan dengan memutuskan untuk mengirimkan lebih banyak pasukan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan alasan keamanan. 

Menanggapi hal tersebut, Zarif menggambarkan langkah Amerika Serikat itu adalah isyarat untuk memperkuat pasukan di Teluk Persia.

Zarif menekankan bahwa langkah-langkah seperti itu tidak akan membantu mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Menurutnya, Amerika Serikat dan sekutu seharusnya mencari solusi untuk perang di Yaman, daripada menargetkan Iran.[top]


RMOLSumut Iran tidak akan pernah memulai perang. Namun bukan berarti Iran akan tinggal diam menghadapi segala bentuk ancaman militer yang datang. 

Begitu peringatan yang dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam sebuah wawancara dengan program CBS News, "Face the Nation" pada hari Sabtu (21/9), seperti dikutip ulang Press TV.

Wawancara itu dilakukan di dalam misi PBB Iran di New York beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan bahwa negara menapun manapun yang mulai mengambil langkah militer terhadap Iran, akan menciptakan perang tanpa akhir di Timur Tengah. 

Pernyataan itu dibuat di tengah ketegangan yang terjadi pasca serangan drone terhadap fasilitas minyak negara Arab Saudi, Aramco pada 14 September lalu. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Houthi Yaman. Namun Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan tersebut. Iran membantah tuduhan tersebut.

Meski begitu, Amerika Serikat bergegas mengambil tindakan dengan memutuskan untuk mengirimkan lebih banyak pasukan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan alasan keamanan. 

Menanggapi hal tersebut, Zarif menggambarkan langkah Amerika Serikat itu adalah isyarat untuk memperkuat pasukan di Teluk Persia.

Zarif menekankan bahwa langkah-langkah seperti itu tidak akan membantu mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Menurutnya, Amerika Serikat dan sekutu seharusnya mencari solusi untuk perang di Yaman, daripada menargetkan Iran.[top]