Menko Airlangga Rasio Wirausaha Harus Didorong Dengan Peningkatan Kualitas SDM

   Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam kuliah umum Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta/RMOL
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam kuliah umum Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta/RMOL

Rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan total populasi yang ada saat ini.


Karena itu, sangat dibutuhkan dorongan aktivitas kewirausahaan untuk meningkatkan rasion tersebut.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/9).

"Saat ini, rasio kewirausahaan kita masih rendah, yakni sebesar 3,47% dari total populasi," kata Airlangga Hartarto.

Wirausahawan Indonesia juga kini didominasi oleh pelaku usaha di usia 25-34 tahun. Padahal, penting bagi generasi yang lebih muda untuk berwirausaha untuk percepatan terbukanya lapangan kerja baru.

"Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting sebagai game changer sehingga dapat mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja," terangnya.

Di tengah era digital, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini, generasi muda juga diharapkan dapat memanfaatkan talenta digital. Sehingga, tidak hanya berperan sebagai job seeker saja, namun dapat juga menjadi job creator.

"Dalam waktu 15 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun," demikian Airlangga.

Hadir dalam acara ini Rektor UMJ Ma'mun Murod, Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie; Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilas Saga Ichsan; Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti; Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar, Airin Rachmi Diany dan sejumlah dosen yang hadir terbatas secara fisik.