Uji coba penyaluran Bantuan Tunai untuk PKL dan warung di Kota Medan, Sumatera Utara. dipantau langsung Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (9/9).
- Gibran Hadiri Konsolidasi Golkar Jateng, Airlangga: Menang Satu Putaran!
- Yakin dengan Mesin Golkar di Papua, Airlangga Minta TPN Prabowo-Gibran Fokus di Jawa
- Paulus Waterpauw jadi Ketua Golkar Papua, Airlangga Pasang Target Tinggi
Baca Juga
Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan pagu sebesar Rp1,2 triliun disalurkan bagi 1 juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.
Bantuan ini secara spesifik menyasar ke kabupaten dan kota yang terkena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021.
Pemerintah menugaskan TNI dan Polri untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan tersebut langsung ke masyarakat.
Dengan persiapan seluruh regulasi dan anggarannya, Airlangga bersyukur uji coba bisa dilakukan di Kota Medan.
“Bantuan ini disediakan untuk satu juta paket, senilai Rp1,2 juta. Selanjutnya, tentu ini bisa diteruskan oleh TNI-Polri di berbagai wilayah. Operasi dilapangannya oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan diharapkan ini menjadi bantalan bagi mereka yang terkena dampak untuk modal hidup dan modal kerja usaha mereka masing-masing,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/9).
Dalam kesempatan ini, Airlangga turut mendengarkan cerita dari Boy Marwan yang kaget saat diberi selembar surat dengan logo kepolisian.
Ayu, istrinya sempat khawatir karena menyangka suaminya mendapat teguran atau peringatan karena berjualan di pinggir jalan atau keliling di masa PPKM.
Ternyata surat tersebut adalah undangan untuk mengambil Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), yang penyalurannya dilakukan Polri dan TNI.
Boy Marwan yang sehari-hari berjualan bakso bakar keliling di Kota Medan ini, merasa sangat bersyukur setelah mengetahui dirinya mendapatkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW).
Adanya program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), bisa kembali memperpanjang nafas usahanya. Bantuan tunai sebesar 1,2 juta yang didapat rencananya akan Boy gunakan untuk menambah modal berdagang, agar dapurnya bisa terus ngebul.
Kepada Airlangga dan Sri Mulyani, Boy bercerita sebelum pandemi dirinya bisa menjual hingga 350 tusuk bakso dan sosis bakar per hari.
Setelah pandemi menerpa, penghasilannya jadi tak menentu, kadang ramai, kadang sepi pembeli, karena pembelinya kebanyakan adalah anak-anak sekolah. Selama sekolah tatap muka diliburkan, ia harus mengubah rute dan jam jualannya.
"Saya mengucapkan terima kasih ke Pak Airlangga, ke pemerintah, karena sudah melihat rakyat kecil seperti kita," ujarnya.
- Gibran Hadiri Konsolidasi Golkar Jateng, Airlangga: Menang Satu Putaran!
- Sambangi Kaum Difabel, Ini Pesan Bobby Nasution
- Yakin dengan Mesin Golkar di Papua, Airlangga Minta TPN Prabowo-Gibran Fokus di Jawa