Mencapai Herd Immunity, Menko Airlangga: Perlu Akselerasi Pusat-Daerah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok

Seluruh negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Bahkan beberapa negara di Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat lonjakan kasus varian baru virus.


Di sisi lain, situasi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Terutama, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).  Per 13 April 2021, persentase kasus aktif di Indonesia berada pada angka 6,9%. Lebih rendah dari persentase kasus global yang masih berada di angka 17,36%. Persentase tingkat kesembuhan juga sudah mencapai 90,4 persen.

Demikian dipaparkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rapat Koordinasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (14/4).

“Melihat keberhasilan PPKM, Presiden mengarahkan agar PPKM diperkuat dan diperluas,” ujar Airlangga.

PPKM sebagai dukungan untuk program vaksinasi dengan pengetatan kriteria zonasi untuk pengendalian di tingkat RT dan penambahan lokasi PPKM Mikro menjadi 20 provinsi.

“Program vaksinasi terus dijalankan. Jumlah suntikan mencapai kurang lebih 16 juta juta dosis,” ujar dia.

Penyuntikan vaksin hingga 13 April 2021 telah mencapai 15,6 juta dosis dengan kapasitas vaksinasi harian mencapai 500 ribu dosis suntikan. Pencapaian ini menempatkan Indonesia di urutan ke-9 di dunia. Bahkan, dalam hal penyuntikan yang dilakukan negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan ke-4 di dunia.

“Ini perlu terus diakselerasi di setiap daerah guna mencapai herd immunity,” imbuh dia.

Airlangga mengatakan, sinergi pemerintah daerah dengan pusat harus ditingkatkan agar program-program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan efektif.

“Seluruh stakeholders pembangunan harus menyinergikan rencana kerja pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Sinergi itu perlu ditingkatkan dengan memaksimalkan forum-forum rapat koordinasi dan musyawarah dalam menentukan proyek-proyek prioritas,” tandas Airlangga.