Medan Butuh Sosok Yang Mampu Kelola Sampah

Tahun pilkada telah tiba, tak terkecuali Kota Medan yang juga akan melaksanakan pemilihan walikota dan wakil walikota di tahun 2020 ini.





Seluruh partai tengah disibukkan untuk mempersiapkan kader terbaiknya atau merisik-meresek tokoh yang akan dijagokan dalam kontestasi pilwalkot tersebut.





Bersih dan indah, tentu menjadi salah satu harapan seluruh warga Medan terhadap pemimpin barunya kelak untuk dapat mewujudkannya di kota metropolitan terbesar ketiga tersebut. Walau tak jarang sikap pesimis muncul melihat kepemimpinan-kemimpinan sebelumnya yang dianggap gagal untuk mewujudkannya.





Mengapa tidak, sampai saat ini tumpukan-tumpukan sampah masih banyak ditemui di pinggir-pinggir jalan yang ada di kota Medan.





Jalan Bilal ujung contohnya. Ketika kita berjalan dari arah Jalan Bayangkara Medan menuju ke Jalan Bilal ujung, hal yang pertama kali menyambut adalah pemandangan tumpukan sampah yang tak sedap baunya. Dan masih banyak lagi tumpukan-tumpukan sampah lainnya yang memenuhi pinggiran jalan di kota Medan.





Tidak berlebihan agaknya jika dikatakan pemerintah kota Medan sampai saat ini belum mampu untuk atasi permasalahan sampah tersebut.





Dimuat Kantor Berita Politik RMOLSUMUT Jum'at (3/1), pengamat Lingkungan Jaya Arjuna mengatakan pengelolaan sampah di Medan masih minim, sebab kurangnya minat pemerintah untuk lebih memahami persoalan sampah ini.





Jaya mengatakan pemerintah harusnya tidak pusing memikirkan mau diletakkan dimana sampah yang ada di Medan, apalagi sampai menyewa suatu wilayah. Karena menurutnya sampah hanya perlu dikelola.





Mungkinkah akan hadir sosok sesuai harapan? Atau hanya boneka kepentingan semata, akibat praktik politik transaksional yang membudaya. [R]


Tahun pilkada telah tiba, tak terkecuali Kota Medan yang juga akan melaksanakan pemilihan walikota dan wakil walikota di tahun 2020 ini.





Seluruh partai tengah disibukkan untuk mempersiapkan kader terbaiknya atau merisik-meresek tokoh yang akan dijagokan dalam kontestasi pilwalkot tersebut.





Bersih dan indah, tentu menjadi salah satu harapan seluruh warga Medan terhadap pemimpin barunya kelak untuk dapat mewujudkannya di kota metropolitan terbesar ketiga tersebut. Walau tak jarang sikap pesimis muncul melihat kepemimpinan-kemimpinan sebelumnya yang dianggap gagal untuk mewujudkannya.





Mengapa tidak, sampai saat ini tumpukan-tumpukan sampah masih banyak ditemui di pinggir-pinggir jalan yang ada di kota Medan.





Jalan Bilal ujung contohnya. Ketika kita berjalan dari arah Jalan Bayangkara Medan menuju ke Jalan Bilal ujung, hal yang pertama kali menyambut adalah pemandangan tumpukan sampah yang tak sedap baunya. Dan masih banyak lagi tumpukan-tumpukan sampah lainnya yang memenuhi pinggiran jalan di kota Medan.





Tidak berlebihan agaknya jika dikatakan pemerintah kota Medan sampai saat ini belum mampu untuk atasi permasalahan sampah tersebut.





Dimuat Kantor Berita Politik RMOLSUMUT Jum'at (3/1), pengamat Lingkungan Jaya Arjuna mengatakan pengelolaan sampah di Medan masih minim, sebab kurangnya minat pemerintah untuk lebih memahami persoalan sampah ini.





Jaya mengatakan pemerintah harusnya tidak pusing memikirkan mau diletakkan dimana sampah yang ada di Medan, apalagi sampai menyewa suatu wilayah. Karena menurutnya sampah hanya perlu dikelola.





Mungkinkah akan hadir sosok sesuai harapan? Atau hanya boneka kepentingan semata, akibat praktik politik transaksional yang membudaya.