Mantan Pimpinan dan Dua Mantan Kasatgas KPK Dilaporkan Ke Dewas

Rinto Maha/RMOLSumut
Rinto Maha/RMOLSumut

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang dan dua mantan kasatgas yakni Ambarita Damaink dan Hendri N Christian dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK.


Ketiganya dilaporkan terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang berupa pemasukan keterangan/saksi palsu dan adanya konflik kepentingan.

Pelapor Rinto Maha dari kantor hukum Lazzaro Law Firm selaku pihak pelapor mengatakan laporan ini berkaitan dengan kasus suap di DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang hingga saat ini dinilai belum tuntas karena beberapa anggota dewan yang diduga terlibat belum diproses.

"Ini kami lihat ada konflik kepentingan HN Cristian dan Ambarita Damanik dalam penyidikan kasus suap dana anggota DPRD Sumut," katanya kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Dua mantan penyidik senior ini menurutnya menjadi sosok paling bertanggung jawab atas 'tebang pilih' dalam penegakan hukum terhadap anggota DPRD Sumut yang diduga terlibat dalam suap dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut saat itu.

"Ada beberapa orang anggota dewan yang sudah mengaku menerima dan mengembalikan uang suap itu namun tidaj jadi tersangka hingga saat ini seperti Evi Diana. Pada sisi lain ada yang mengembalikan dana lebih besar yang dikembalikan oleh Evi Diana justru tetap dihukum," ujarnya.

Soal keterangan atau saksi palsu, Rinto mengatakan hal ini terlihat dari keterangan Hamami Syul Bahsan yang berubah-ubah meski sudah disumpah.

"Keterangan berubah-ubah kok tetap diakomodir itu tidak bisa karena keterangan itu dibawah sumpah," sebutnya.

Rinto Maha mengatakan dirinya merupakan advokat yang mendamlingi  beberapa anggota DPRD Sumut yang kini masih menjalani hukuman terkait kasus suap ini. Hal inilah yang membuatnya berkepentingan untuk mengungkap berbagai proses yang terjadi di KPK terkait penanganan seluruh kasus dugaan suap di DPRD Sumatera Utara tersebut.

"Saya melihat Saut Situmorang memiliki kepentingan dibalik tidak ditetapkannya Evi Diana sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam pernyataannya di media dia membela Evi ada apa? Apa bedanya dia dengan klien saya Safrida Fitri?. Ada biaya yang dikeluarkan Evi Diana untuk itu. Untuk mengungkapnya saya menantang, tersangkakan dulu Evi Diana, saya yakin dia akan bunyi itu," pungkasnya.