Malaysia Terganggu Dengan Kebakaan Hutan Di Indonesia

Malaysia terganggu dengan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Menurut Departemen Meteorologi Malaysia (Kamis, 1/8), pantai barat Semenanjung Malaysia dan Sarawak barat telah mulai mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Direktur jendral lembaga tersebut, Jailan Simon mengatakan, kabut asap itu juga akan berdampak pada cuaca di Penang, Selangor, Kuala Lumpur, Negeri Sembilan dan Putrajaya di semenanjung, serta Kuching, Serian, dan Samarahan di Sarawak.

"Sejauh ini 30 hingga 40 titik api telah terdeteksi di Sumatera dan kabut asap berada pada tingkat sedang, tetapi kami sedang memantau untuk melihat apakah titik api akan meningkat menjadi 100," jelasnya, seperti dimuat kantor berita Bernama.

"Bulan ini, kami memperkirakan cuaca kering dan kabut akan berlangsung selama lima hari. Kami menyarankan orang-orang untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menghindari pembakaran terbuka," sambungnya.

Jailan menambahkan, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kebakaran hutan dan berharap mereka dapat dikendalikan dengan cepat. [rtw]


Malaysia terganggu dengan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Menurut Departemen Meteorologi Malaysia (Kamis, 1/8), pantai barat Semenanjung Malaysia dan Sarawak barat telah mulai mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Direktur jendral lembaga tersebut, Jailan Simon mengatakan, kabut asap itu juga akan berdampak pada cuaca di Penang, Selangor, Kuala Lumpur, Negeri Sembilan dan Putrajaya di semenanjung, serta Kuching, Serian, dan Samarahan di Sarawak.

"Sejauh ini 30 hingga 40 titik api telah terdeteksi di Sumatera dan kabut asap berada pada tingkat sedang, tetapi kami sedang memantau untuk melihat apakah titik api akan meningkat menjadi 100," jelasnya, seperti dimuat kantor berita Bernama.

"Bulan ini, kami memperkirakan cuaca kering dan kabut akan berlangsung selama lima hari. Kami menyarankan orang-orang untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menghindari pembakaran terbuka," sambungnya.

Jailan menambahkan, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kebakaran hutan dan berharap mereka dapat dikendalikan dengan cepat. [rtw]