Lurah Se-Kota Medan Diberi Pelatihan Pemangoprajaan

Pelatihan kepamongan Lurah se Kota Medan/Ist
Pelatihan kepamongan Lurah se Kota Medan/Ist

Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD&PSDM) menggelar pelatihan Kepamongprajaan bagi para Lurah di Kota Medan, Senin (26/9/2022).


Pelatihan yang digelar di Hotel Grand Kanaya ini dibuka oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan M. Sofyan dengan ditandai penyematan tanda peserta secara simbolis.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan Bobby Nasution yang dibacakan M. Sofyan mengatakan sebagai Lurah harus memiliki kemampuan melaksanakan tata kelolah teknis Pemerintahan sekaligus memiliki kemampuan sosial kultural yang baik, serta mental yang tangguh untuk menyelenggarakan tupoksi. Oleh karena itu pelatihan ini sangatlah strategis untuk meningkatkan kemampuan manajerial para Lurah sehingga semakin lebih baik.

"Sebagai pimpinan wilayah di Kelurahan yang juga berfungsi sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik, maka kompetensi manajerial saudara sebagai Lurah haruslah terus dikembangkan. Saudara harus mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi program kegiatan kerja saudara sehingga apa yang menjadi tugas dan fungsi dapat dijalankan dengan baik." kata M. Sofyan.

Disamping itu M. Sofyan menambahkan penguasaan kompetensi sosial kultural juga harus terus diasah, sebab Lurah dapat dikatakan hampir 24 jam berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga harus memperhatikan aspek-aspek sosial, budaya, maupun lingkungan strategis yang mempengaruhi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Lurah.

"Apalagi saat ini di era keterbukaan informasi, kita tidak dapat menutup diri terhadap kritikan masyarakat yang tidak lagi segan berpendapat dan mengutarakan harapanya ke publik baik secara langsung maupum media sosial yang bisa diakses oleh masyarakat luas." ujar M. Sofyan.

Untuk itulah kemampuan manajerial, teknis, sosial kultural harus menjadi satu kesatuan kompetensi yang harus di miliki seorang Lurah.

"Kita tidak ingin ada stigma negatif dari masyarakat terhadap kinerja aparatur Kelurahan. Oleh karena itu setelah kegiatan ini saya berharap ada terjadi perubahan sikap dan kinerja yang lebih baik lagi. Saya minta ada output dan outcomenya bagi kita semua dengan wujud peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat." harap M. Sofyan.

M. Sofyan juga berpesan agar adanya koordinasi dan kerjasama antara Lingkungan, Kelurahan, Kecamatan dan OPD yang merupakan satu kesatuan sistem yang saling berkaitan.

"Harus ada satu prosedur yang jelas dalam pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak merasa seperti di bola-bola. Ingat saudara adalah corong dari Pemerintah Kota yang seharusnya mampu menjadi contoh, mengayomi, dan menggerakkan modal sosial di daerah saudara,” pungkasnya.