Luhut Polisikan Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Alasannya Gegara Somasi Tak Digubris

 Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan didampingi kuasa hukumnya Juniver Girsang membuat laporan polisi/Ist
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan didampingi kuasa hukumnya Juniver Girsang membuat laporan polisi/Ist

Sikap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia yang tidak kunjung meminta maaf membuat Luhut Binsar Panjaitan menempuh jalur hukum dengan melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya.


Menurut Luhut, langkah ini dilakukannya untuk mempertahankan nama baiknya.

"Ya karena sudah dua kali dia gak mau. Saya kan harus mempertahankan nama baik saya anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya minta mereka minta maaf nggak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan," kata Luhut di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Dalam pelaporan ini, Luhut didampingi kuasa hukumnya Juniver Girsang. Dalam kesempatan itu, Juniver menjelaskan, Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulida dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 100 miliar karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

"Rp 100 miliar ini kalau dikabulkan oleh Hakim, akan disumbangkan kepada masyarakat Papua. Itulah saking antusiasnya beliau (Luhut) membuktikan apa yang dituduhkan itu tidak benar dan merupakan fitnah pencemaran," kata Juniver.

Juniver menjelaskan bahwa kliennya melaporkan Haris dan Fatia. Menurut Juniver setelah kedua terlapor tidak kunjung menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang dianggap tidak benar.

"Tidak ditanggapi. Tentu dalam hal ini Luhut dalam pribadinya menanggapinya menggunakan haknya untuk diproses hukum. Untuk nanti diproses hukum inilah dibuktikan apa benar pernyataan itu apa tidak,” tegasnya.

Kasus ini sendiri bermula saat Haris dan Fatia menyinggung nama Luhut dengan perusahaan bisnis tambang di Papua di Channel YouTube Haris Azhar yang berjudul “Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya Jendral BIN Juga Ada!!”.

Keduanya menyinggung perusahaan bernama PT Tobacom Del Mandiri yang disebut sebagai anak usaha Toba Sejahtra Group sebagai pemain bisnis tambang di Papua. Toba Sejahtra Group sendiri sahamnya dimiliki oleh Luhut.

PT Tobacom Del Mandiri ini Direkturnya adalah Purnawirawan TNI namanya Paulus Prananto. Kita tahu juga bahwa Toba Sejahtra Group ini juga dimiliki sahamnya oleh salah satu Pejabat kita, Namanya adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), The Lord, Lord Luhut. Jadi Luhut bisa dibilang bermain dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini," kata Fatia dalam video tersebut.

"LBP, Lord Luhut," jawab Haris.