LPKAN Sumut Minta Presiden Joko Widodo Tunda Reshuffle Kabinetnya

Rafriandi Nasution/RMOLSumut
Rafriandi Nasution/RMOLSumut

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Apratur Negara Provinsi Sumatera Utara (DPD LPKAN Sumut) Rafriandi Nasution meminta mengkaji ulang rencana Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle kabinetnya.


Hal ini dikatakan Rafriandi sebaiknya memperhatikan masukan yang disampaikan oleh ketua umum Asprindo, Jose Rizal untuk melakukan reorientasi dan restrukturisasi nomenklatur kementrian secara menyeluruh, sebagaimana pemberitaan di berbagai media.

"Pak Jose menyebutkan bahwa sejak awal orde reformasi melalui pergantian sejumlah kepala negara, komposisi dan nomenklatur kabinet tidak pernah dievaluasi secara menyeluruh, apakah masih sesuai dengan dinamika dan tantangan pembangunan atau tidak, setiap presiden terpilih hanya disibukkan dengan calon figur anggota kabinet," kata Rafriandi kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (20/4).

Rafriandi juga menyebut setidaknya ada tiga masalah krusian terkait dengan nomenklatur kementrian yang selama empat dekade lebih mempengaruhi kinerja kabinet yakni masalah link and match, koordinasi dan kebijakan satu pintu, serta harmonisasi komposisi kabinet. 

"Saya setuju dan mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Asprindo itu terkait rencana reshuffle kabinet yang diwacanakan presiden sebaiknya ditunda pelaksanaannya dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran yang disampaikan Pak Jose Rizal," jelasnya.

Dengan memperhatikan masukan Asprindo, Rafriandi mengingatkan presiden Jokowi untuk dapat melakukan peninjauan kembali nomenklatur kementrian secara menyeluruh dan mengusulkan penetapan kementrian baru ke DPR. 

"Dengan meninjau nomenklatur yang ada, semoga pak Presiden dapat segera menemukan figur yang tepat untuk memimpin masing-masing kementrian sehingga menghasilkan kinerja sesuai harapan presiden dan masyarakat luas," pungkasnya.