Lima Tahanan BNNP Sumut Kabur 

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Sebanyak lima orang tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara melarikan diri dari ruang tahanan, Senin (17/5/2021) pagi. Saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap mereka.


Data yang diperoleh menyebutkan lima tahanan yang melarikan diri tersebut yakni Rahmat Hidayatulloh alias Muhammad Isbandi warga Perum Bukit Melati, Jalan Marcopolo, Kecamatan Dapur 12, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Selanjutnya, Zulkifar warga Dusun Matang Mesjid, Desa Matang Punong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh;  Muhammad Junaidi warga Jalan Baung, Dusun Mesjid, Kelurahan Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kemudian Irwanda dan Marzuki Ahmad, warga Jalan Irigrasi TGK, Dimane Desa Tufah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Para tahanan yang kabur ini sebelumnya menghuni Blok B Kamar 01 yang berisi 8 orang tahanan. Sedianya ada 6 orang yang melarikan diri namun seorang diantaranya bernama Salim Saragih berhasil ditangkap tak jauh dari Kantor BNNP Sumut.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sumut Sempana Sitepu kepada wartawan mengatakan, kaburnya tahanan itu berawal saat para tahanan berpura-pura minta air minum kepada petugas yang sedang piket. Saat itu, lanjutnya, hanya ada dua orang petugas yang sedang berjaga. 

Masih kata Sempana, mendengar tahanan meminta minum, salah satu petugas kemudian menuju ke ruang tahanan. Namun, saat petugas membuka pintu sel, tiba-tiba para tahanan yang ada di dalam sel langsung mendobrak pintu. Setelah itu, para tahanan tersebut langsung mengeroyok petugas dan melarikan diri.

Dalam melakukan pencarian, BNNP Sumut berkoordinasi dengan Polda Sumut, BNN tingkat kota dan polsek-polsek. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan keluarga para tahanan agar menyerahkan diri. 

"Juga dengan pihak keluarga untuk menyerahkan diri. Di samping kita melakukan pencarian terus. Minta tolong dengan aparat yang dekat dengan tempat tinggal dia, BNNK, Polsek di Aceh. Dan juga di Medan minta bantuan dari Direktorat Narkoba Polda Sumut. Mohon doanya," ungkapnya.