Lima Kabupaten Ajukan Kampung Kreatif, Sumut Siapkan Dukungan 2027

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Lima Kabupaten Ajukan Kampung Kreatif, Sumut Siapkan Dukungan 2027
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menggelar pertemuan dengan lima kepala daerah yang memaparkan usulan program Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa, 27 Oktober 2026/ist

Article Header Image Lima kabupaten di Sumatera Utara mengajukan program pengembangan kampung kreatif dengan mengandalkan potensi unggulan masing-masing. Namun, pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, melainkan harus diikuti kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan yang jelas.

Kelima daerah itu adalah Kabupaten Karo, Dairi, Samosir, Tapanuli Selatan, dan Toba. Masing-masing memaparkan usulan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026 kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa, 27 Oktober 2026.

Usulan tersebut mencakup pengembangan pasar, kawasan wisata, potensi sungai, situs sejarah, hingga produk kerajinan lokal. Pemerintah Provinsi Sumut membuka peluang mendukung program yang dinilai layak untuk direalisasikan pada 2027.

Bobby mengatakan, penilaian program tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan usulan menjawab persoalan masyarakat dan meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal.

“Yang ingin kita lihat adalah ide dan gagasan yang ditawarkan, baik dalam menyelesaikan persoalan maupun mengembangkan potensi yang sudah ada,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pembangunan kawasan harus disertai peningkatan kemampuan masyarakat yang nantinya mengelola fasilitas dan menjalankan kegiatan ekonomi di lokasi tersebut.

“Jangan sampai hanya bangunan yang berubah, sementara kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya tidak ikut berkembang,” tegasnya.

Pasar, Wisata hingga Situs Sejarah

Kabupaten Karo mengusulkan pengembangan Kawasan Terpadu Pasar Buah Modern dan Taman Menjuah-Juah Berastagi. Program ini mencakup penataan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas, perluasan akses pasar, serta penguatan kemampuan manajerial dan kapasitas sumber daya manusia.

Kabupaten Dairi mengajukan pengembangan Wisata Sungai Raya dengan memanfaatkan infrastruktur dan akses yang telah tersedia. Kawasan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan destinasi wisata, usaha kuliner, dan kegiatan ekonomi warga.

Dalam usulan ini, penataan kawasan dan penetapan pengelola menjadi bagian penting agar fasilitas yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Tapanuli Selatan mengusulkan Kampung Kreatif Rianiate melalui pengembangan infrastruktur, destinasi wisata, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kejelasan pelaksanaan program, kelompok masyarakat yang diberdayakan, serta tanggung jawab pemeliharaan fasilitas juga menjadi perhatian.

Kabupaten Toba mengajukan pengembangan Kampung Kreatif Parparean III dengan mengoptimalkan potensi sungai, destinasi wisata, dan jalur lintasan. Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menciptakan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Adapun Kabupaten Samosir mengusulkan pengembangan Desa Sabulan, Kecamatan Sitio-tio. Desa ini memiliki potensi budaya, legenda, seni lokal, pariwisata, kerajinan, serta kelembagaan masyarakat.

Berada di ketinggian 905–1.600 meter di atas permukaan laut dengan luas 16,52 kilometer persegi, Desa Sabulan juga dilintasi jalan provinsi yang menjadi bagian dari Outer Ring Road Danau Toba. Pengembangan yang diusulkan meliputi penataan pelabuhan, situs peninggalan sejarah, dan infrastruktur pariwisata.

Menunggu Realisasi pada 2027

Kelima usulan tersebut masih berada dalam tahap pemaparan dan penilaian untuk menentukan dukungan program pada 2027. Karena itu, pelaksanaan di lapangan akan bergantung pada hasil penilaian dan dukungan yang diberikan.

Bobby berharap program Kampung Kreatif Sumut Berkah tidak berhenti pada perubahan fisik kawasan, tetapi menghasilkan kegiatan ekonomi yang berjalan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Penguatan kapasitas warga dan kejelasan pengelolaan menjadi faktor penting agar kawasan yang dikembangkan tidak hanya menarik sebagai destinasi atau pusat kegiatan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dalam jangka panjang. Article Image

Editor : Abdul Manaf


Berita Terkait