Larangan Mudik Tepat Untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Ilustrasi mudik/Net
Ilustrasi mudik/Net

Larangan untuk mudik pada momen Lebaran 2021 dinilai menjadi langkah tepat untuk menekan penyebaran covid-19. Sebab, hingga saat ini penyebaran virus tersebut masih belum terkendali.


"Membutuhkan peran aktif semua orang. Artinya membatasi diri tidak bepergian, kemudian juga membatasi mobilitas interaksi," kata  Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman, Senin(5/4).

Dicky menegaskan, anjuran pemerintah agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas, penting untuk mencegah penularan virus.

"Karena kita berperan dalam mengendalikan pandemi ini,” imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada orang terdekat dan keluarga di kampung tentang alasan tidak mudik tahun ini.

Meski harus bepergian, masyarakat harus memilih beraktivitas di tempat yang relatif aman dari penularan virus, seperti ruang terbuka.

Pihaknya menambahkan masyarakat sebaiknya tidak mengunjungi lansia yang belum divaksin, meski ada di satu kota yang sama.

Jika harus mudik dengan beberapa alasan mendesak, Dicky menyarankan dengan rangkaian persiapan.

"Dari mulai kita tidak ada gejala, kondisi sehat, tidak ada kontak dengan orang terduga, melakukan pemeriksaan rapid test antigen setidaknya minimal sebelum 1-3 hari sebelum bepergian. Gunakan kendaraan pribadi, itu lebih diutamakan,” ujarnya.

Saat perjalanan dengan kendaraan pribadi, lanjut Dicky, jangan ada ibu hamil, anak-anak atau orang lanjut usia.

Jika harus berhenti di rest area, jangan terlalu lama. Misalkan di toilet, masjid, atau toko, jangan lebih dari 15 menit.

Dijelaskan Dicky, jika di kampung ada orang yang positif Covid-19, Dicky meminta masyarakat tidak memaksakan diri untuk mudik. Masyarakat yang dalam upaya pelacakan kasus kontak Covid-19 juga sebaiknya tidak mudik.

"Kalau bisa yang bepergian itu sudah divaksin. Kalau belum divaksin, lebih baik jangan bepergian, saat tiba di kampung halaman, tetap menerapkan 5M. Setelah pulang ke tempat tinggal, 3-5 hari setelahnya kembali rapid test antigen,” tandasnya.