Lantik 123 Pejabat Eselon III dan IV, Edy Rahmayadi Ngaku Dituding Sesuka Hati Utak-Atik Pejabat

Edy Rahmayadi melantik 123 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Sumut/Ist
Edy Rahmayadi melantik 123 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Sumut/Ist

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku mendapat berbagai tudingan negatif terkait penempatan pejabat-pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).


Hal ini diutarakannya saat berbicara pada pelantikan 123 pejabat eselon III dan IV Pemprovsu di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (2/9/2022).

"Ada orang mengatakan bahwa jabatan ini adalah sesuka gubernur, atau sesuka wewenang yang bisa menentukan jabatan. Demi Tuhan, saya tak pernah main-main dengan jabatan ini," kata Edy.

Mantan Pangkostrad ini memastikan jika hingga saat ini ia tidak pernah menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk melakukan hal yang negatif.

"Tak ada koordinasi yang bersifat negatif dengan jabatan. Karena jabatan ini sudah ditentukan aturan mainnya," tegasnya.

Ia menjelaskan dalam penentuan jabatan pejabat eselon di Pemprov Sumut, berdasarkan ketentuan yang berlaku. Karena itulah, sebut Edy, dirinya tidak mau ikut campur menentukan jabatan.

"Karena wewenang ini (menentukan jabatan) ada di tangan sekda dan itu aturan main dan ada undang-undangnya, karena saya pejabat politik, wakil gubernur pejabat politik," jelas Edy.

Dikatakan Edy Raymayadi lagi, pejabat-pejabat di Pemprov Sumut akan tidak profesional jika dirinya ikut campur menentukan jabatan seseorang.

"Apabila ini ikut-ikutan didalam hal ini, ini yang menjadikan tidak profesinal apabila saya ikut-ikutan dalam hal ini. Ada hal-hal yang bersifat politis, ya. Tapi tak boleh menganggu profesionalisme di dalam tugas organisasi yang sudah dientukan. Ini yang perlu saya luruskan kepada saudara-saudara semua," ujar Edy.

Ditegaskan Edy Rahmayadi lagi, dirinya tidak akan menggunakan jabatan Gubernur Sumut dengan segala kewenangannya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

"Saya tahu saya punya wewenang untuk melakukan ini karena saya ditakdirkan oleh Tuhan berkuasa di Sumut ini. Tapi percayalah kalian, saya tak pernah memakai wewenang saya untuk kepentingan pribadi dan kelompok," pungkasnya.