Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara mencapai 233.343 orang hingga September 2026. Angka tersebut baru memenuhi 63,93 persen dari target 365.000 kunjungan sepanjang tahun ini.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih berharap target tersebut tercapai dalam dua bulan terakhir 2026. Sejumlah agenda pariwisata disiapkan untuk menarik lebih banyak wisatawan, terutama menjelang libur akhir tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Terang Dewi Susantri Ujung, mengatakan ada delapan event yang akan digelar hingga Desember mendatang.
"Kita optimis sampai akhir tahun target yang ditentukan akan tercapai setelah karena ada beberapa event yang akan kita selenggarakan di Sumut, dan lonjakan wisman memang banyak terjadi di akhir tahun," kata Terang saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat 6 November 2026.
Delapan agenda tersebut meliputi Festival Kebudayaan Sumut 2026, Festival Seni dan Budaya Daerah, Sumut Fashion Beauty, Familiarization Trip Astex, North Sumatera International Kite Festival, Lomba Burung Kicau, Kejuaraan E-Sport, serta Pertunjukan Seni Tetabuhan Perkusi Sumut.
Terang berharap kegiatan tersebut mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, capaian target juga bergantung pada daya tarik kegiatan dan promosi destinasi wisata Sumut kepada wisatawan.
Dalam dua tahun terakhir, jumlah kunjungan wisman ke Sumut memang menunjukkan peningkatan. Pada 2024 tercatat 250.413 kunjungan, kemudian naik 16,80 persen menjadi 292.481 kunjungan pada 2025.
Selain mengandalkan event, pengembangan wisata budaya juga diarahkan melalui penetapan cagar budaya. Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Sumut, Sylvia Rosita Armayanti Lubis, mengatakan pihaknya telah menetapkan sembilan cagar budaya baru sepanjang 2026, melampaui target awal sebanyak tiga situs.
Sejumlah situs yang diharapkan menjadi daya tarik wisata tersebut antara lain Istana Lima Laras, Desa Hilisimaetano di Nias, Makam Papan Tinggi, dan Situs Bongal.
"Kita ingin cagar-cagar budaya ini terus terpelihara dan menjadi daya tarik bagi wisman karena situs-situs ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan seperti Istana Lima Laras, Desa Hilisimaetano di Nias, Makam Papan Tinggi, Situs Bongal dan lainnya," kata Sylvia. 
