Kritik Video 'Salam dari Binjai' Pukuli Pohon Pisang, Politisi PKS: Kemenkominfo Sudah Saatnya Hapus Konten Tak Mendidik

Hendro Susanto/RMOLSumut
Hendro Susanto/RMOLSumut

Munculnya video bocah yang memukuli pohon pisang di Binjai memunculkan keprihatinan dari politisi muda PKS, Hendro Susanto.


Anggota DPRD Sumatera Utara yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Sumut XII (Binjai dan Langkat) ini mengaku prihatin dengan perilaku para bocah yang terkesan ingin terkenal lewat aksi yang tidak mendidik.

"Kita berharap kemenkominfo menghapus video-video seperti ini. Karena tidak ada unsur edukasinya, malahan yang muncuk adalah kesan kita tidak peduli lingkungan hidup dan hanya menjadikannya alat melampiaskan kemarahan," kata Hendro Susanto, Senin (1/11/2021).

Pada sisi lain kata Hendro, ia juga tidak sepakat jika aksi memukuli pohon pisang hingga tumbang tersebut diberi nama salam dari Binjai. Menurutnya, banyak bentuk salam lain yang nilainya lebih edukatif merujuk pada kondisi yang ada di 'Kota Rambutan' tersebut.

"Saya mendorong aksi-aksi kreatif dan edukatif, misalnya aksi untuk menggaungkan pemberantasan narkoba dan perjudian yang marak di Binjai. Nah, kalau aksi seperti itu diviralkan, saya kira itu baru tepat disebut Salam Dari Binjai," ujarnya.

Belakangan ini sambung Hendro, ia sangat miris dengan berbagai video yang sangat tidak mendidik yang beredar di masyarakat. Konten-konten yang ditonjolkan oleh para pegiat media sosial kerap mengarah pada hal yang negatif. Padahal, dengan viralnya aksi-aksi negatif seperti itu, berpotensi membuat masyarakat semakin tidak peka terhadap hal-hal yang tidak mendidik.

"Bagaimana nasib anak-anak kita kedepan jika mereka tidak lagi peka untuk menolak hal-hal yang negatif dan justru menjadi sangat permisif alias menganggap itu hal biasa. Saya kira pada tataran ini, Kemenkominfo harus segera bertindak agar kondisi ini tidak semakin parah. Toh di era 4.0 ini, bisa juga kok viral lewat aksi yang baik dan mendidik," pungkasnya.